Hari Literasi Internasional ke 55

08 September 2022

            Setiap tahun para pegiat literasi dan pustakawan selalu memperingati Hari Literasi Internasional. Hari Literasi Internasional (International Literacy Day) atau Hari Aksara Internasional diperingati pada 8 September setiap tahun. UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) telah memperingati Hari Literasi sejak 1967.

Tema peringatan hari literasi internasional kali ini adalah Transforming Literacy Learning Spaces. Peringatan ini akan menjadi kesempatan untuk memikirkan kembali pentingnya ruang belajar literasi untuk membangun ketahanan dan memastikan pendidikan yang berkualitas, adil, dan inklusif untuk semua. Kegiatan Hari Literasi Internasional ke 55  dipusatkan di Yaumosukro, Pantai Gading yang diselenggarakan pada 8 s.d 9 September 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline. Perayaan Hari Literasi Internasional 2022 memberikan penghargaan Hadiah Literasi Internasional UNESCO kepada pegiat literasi di seluruh dunia.

Bicara literasi tentu membahas tentang kemampuan individu dalam memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saat ini, istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas. Dan sudah merambah pada praktik kultural yang berkaitan dengan persoalan sosial dan politik serta kebudayaan yang bermuara pada local wisdom. UNESCO mendefinisikan literasi sebagai seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

            Kegiatan peningkatan kemampuan literasi masyarakat telah dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dan juga perpustakaan lain di seluruh Kabupaten / Kota di Indonesia. Kegiatan memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang literasi digelar terus menerus sejak pandemi Covid 19. Dengan mengangkat jargon transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, PNRI dan Perpustakaan Provinsi serta Kabupaten/Kota berkomitmen dan serius peningkatan kapasitas dan kualitas SDM Perpustakaan dan masyarakat daerah terpencil dan tertinggal. Dalam kegiatan kongres International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) yang jamak disebut World Library and Information Congress (WLIC) ke-87 pada 26-29 Juli 2022 di Dublin, Irlandia dengan mengusung tema dengan tema Inspire, Engage, Enable, Connect (Perpusnas.go.id, 27 Juli 2022).

Di sela-sela WLIC 2022 diadakan pula pertemuan antara Kepala Perpustakaan se dunia dalam Conference of Director of National Libraries (CDNL). Pertemuan tersebut bertujuan untuk saling mengenalkan para pimpinan perpustakaan dan membahas isu-isu menarik bidang perpustakaan, kepustakawanan, sosial, dan budaya. Sesi ini dibagi dalam beberapa grup, dan para Kepala Perpustakaan saling bertukar cerita mengenai perpustakaan di negara masing-masing.

Kepala PNRI berkisah tentang keberhasilan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang merupakan upaya penguatan literasi melalui pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan. “Kepala Perpustakaan Nasional Prancis, Polandia, dan Bosnia Herzegovina. memberikan apresiasi yang luar biasa dan atas program-program yang telah dilakukan dan dicapai oleh PNRI,” urainya.

Dilansir dari situs Katadata Online, Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan survei tentang literasi digital Indonesia pada 2021. Hasilnya, indeks literasi digital Indonesia berada di level 3,49 pada 2021. Angka tersebut menempatkan indeks literasi digital Indonesia masih berada dalam kategori sedang dengan skala skor indeks 0-5. Terdapat empat pilar yang menjadi komponen dalam penghitungan indeks literasi digital tersebut. Digital Culture memperoleh skor tertinggi, yakni sebesar 3,9. Diikuti Digital Ethics dengan skor 3,55, kemudian Digital Skills dengan skor 3,44, dan terendah, Digital Safety dengan skor 3,1.

Literasi Indonesia yang berstatus kategori sedang tersebut dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Salah satu cara yakni memberdayakan Pustakawan Perguruan Tinggi agar turun ke bawah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pustakawan Perguruan Tinggi seperti Pustakawan Universitas Andalas (Unand) seyogianya diberikan ruang untuk berkiprah melakukan transfer pengetahuan kepada masyarakat nagari. Bukan zamannya lagi Pustakawan Unand berada dibelakang tumpukan buku seperti dekade 70an. Zaman telah berubah Pustakawan Unand harus menjadi agen perubahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nagari dengan program Librarian Goes To Nagari.

Tentunya kegiatan Librarian Goes To Nagari ini akan dapat diejawantahkan apabila Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Unand melakukan kerjasama dengan UPT.Perpustakaan Unand yang didasari akan kesadaran bahwa peningkatan indeks literasi nasional adalah tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa. Kebijakan pengabdian kepada masyarakat tentunya berpulang kepada pemangku kepentingan. Unand sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) memiliki otoritas penuh untuk memberdayakan Pustakawan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selayaknya kita renungkan kembali pesan Koffi Anan, Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (1997-2006). Literacy is a bridge from misery to hope. Literasi adalah jembatan dari kesengsaraan menuju harapan.

 

                                                            Iswadi Syahrial Nupin, S.Sos; M.M

                                        Ketua Kelompok Pustakawan Universitas Andalas 2022-2025

Read 161 times Last modified on Senin, 12 September 2022 17:24