Suasana pekerjaan tidak selalu mengalami masa-masa yang baik. Adakalanya suatu masa dimana perasaan jenuh, tekanan batin dan flat contribution menjadi penghalang sekaligus merusak mood. Seseorang pernah berkata : jadikanlah tujuanmu bekerja sebagai motivasimu untuk terus semangat. Secara bahasa statement ini masuk akal, akan tetapi pada kenyataannya kondisi perasaan manusia sebagai makhluk sosial cenderung berubah-rubah. Menjalankan pekerjaan sehari-hari sangat butuh sikap percaya diri(Self Confidence) yang kokoh. Self confidence atau percaya diri adalah sejauhmana anda punya keyakinan terhadap penilaian anda atas kemampuan anda dan sejauh mana anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Ignoffo (1999) secara sederhana mendefenisikan self confidence berarti memiliki keyakinan terhadap diri sendiri. Menurut Neill (dalam Hadi & Putri, 2005) self confidence adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy.

            Lauster (dalam Fasikhah, 1994), menyatakan bahwa self confidence merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemas dalam tindakan-tindakannya, dapat merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang disukainya dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hangat dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, dapat menerima dan menghargai orang lain, memiliki  dorongan untuk berprestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangannya.

 Diantara hal yang merusak Mood Boster produktivitas kerja adalah :

  1. Menjadi bahan pembicaraan karna terlalu produktif

Hal semacam ini sudah lumrah didunia kerja, dan hampir tidak ada yang tak luput dari pembahasan ini. Kondisi ini adalah kondisi dimana seseorang terlalu aktif dan menonjol dalam hal kinerja dan kontribusi, sehingga menimbulkan percikan api bagi rekan-rekan kerja sekitar. Ketidaksukaan rekan kerja karna mereka merasa tersaingi, merasa rekannya sok aktif, sok tau, cari muka, money priority dan berbagai macam lontaran kata-kata negatif yang mereka sebarkan untuk merusak citra dan popularitas rekannya.

  1. Tidak adanya jenjang karir yang jelas

Dimanapun tempat kerja, jenjang karir adalah salah satu yang diinginkan oleh seorang karyawan. Dengan adanya jenjang karir, akan membangkitkan motivasi bagi karyawan untuk terus produktif dan mau membuat sebuah perubahan bagi diri sendiri dan bagi perusahaan.

  1. Persaingan tak sehat

Makna persaingan tak sehat disini adalah kompetensi yang dilakukan menyalahi aturan dan kaedah-kaedah unit kerja. Banyak hal yang mendasari kondisi ini terjadi dilapangan, dikarenakan ada ambisi pribadi yang menyebabkan adanya korban-korban yang mesti dijatuhkan. Dalam dunia kerja persaingan dengan cara yang sehat demi kemajuan perusahaan dan mengikuti kultur yang ada, itu sah-sah saja, namun perlu diingat kermbali bahwa : Jabatan, Pangkat dan Impact yang didapat adalah hasil dari pekerjaan yang dilakukan, bukan tujuan utama yang menjadikan perseteruan satu sama lain, sehingga sebagian orang menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan rekan kerjanya.

 

3 poin diatas adalah pilar-pilar utama sumber masalah yang ada, sehingga merusak self confidence dan mood boster seseorang. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan solusi yang menjadi penyejuk bagi jiwa, dan penenang saat bekerja, diantaranya :

 1.      Tetap fokus pada tujuan awal bekerja

Tujuan menjadi penentu terhadap kontribusi seseorang dalam bekerja. Meluruskan niat adalah senjata yang ampuh untuk mengembalikan semangat disaat zona kerja sedang pengalami penurunan produktifitas.

2.      Berteman dan bergaul dengan rekan kerja yang produktif

Teman memiliki pengaruh yang besar dalam lingkukan pekerjaan. Baik atau buruknya seseorang, juga dipengaruhi oleh dengan siapa dia berteman. Memilih teman yang aktif dan produktif merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi penurunan self confidence dan mood boster bagi diri sendiri.

 3.      Membuat inovasi baru

Membuat sebuah perubahan, tidak mesti dilakukan dengan hal-hal yang besar. Inovasi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal sederhana yang membuat mood boster segera bangkit kembali. Diantara bentuk membuat inovasi dalam pekerjaan adalah menata ruang kerja, mengikuti seminar, workshop, membuat program-program dimulai dari ruangan kerja serta membuat perencanaan jangka panjang terkait perkembangan kapasitas diri maupun perkembangan unit kerja.

 4.      Positif thinking

Berprasangka baik adalah langkah yang tepat dilakukan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Warna-warni rekan kerja tidak bisa dijadikan acuan dan patokan, sehingga tidak ada cara lain dalam solusi menambah kepercayaan diri dan meningkatkan mood boster kecuali dengan berprasangka baik kepada rekan kerja.

Poin-poin diatas hanyalah contoh kecil yang bisa dijadikan acuan dalam penerapan keseharian bekerja. Perlu diingat bahwa pandangan orang lain, sikap orang lain tidak akan berpengaruh bagi orang-orang yang bermental baja, yang memiliki niat yang lurus, serta tekad yang kuat. Kendatipun banyak perkara-perkara yang tidak disukai dalam dunia kerja, itu merupakan hal yang wajar, selagi seseorang mampu mengendalikan kondisi hati, fikiran dan jiwanya dijalan yang benar, maka semua permasalahan akan ada jalannya. Selagi permasalahan dapat terselesaiakan dengan baik, resign bukanlah solusi untuk Self Confidence dan Mood Boster.

 

Pagi yang cerah, angin sepoi basah meningkahi rimbunnya pepohonan. Beberapa pemotor melaju kencang di jalanan menuju Kampus Unand. Seakan tak ingin terlambat mengikuti perkuliahan yang dimulai pukul delapan. Tepat disisi kiri gerbang kampus terlihat baliho besar dengan ucapan selamat datang yang ditujukan kepada Prof.Katherine Holt dan Prof.Zanariah Abdullah yang bertugas sebagai assesor The Royal Society Chemistry (RSC).

Katherine B. Holt adalah seorang ahli kimia Inggris dan profesor di University College London. Beliau menjabat sebagai Wakil Dekan Pendidikan di Departemen Matematika dan Ilmu Fisika. Penelitiannya menyelidiki pengembangan elektroda berbasis karbon dan elektrokatalisis. Zanariah Abdullah adalah Profesor dari Universiti Malaya (UM). Beliau memiliki kepakaran dalam sintesis kimia organik. Disamping itu, beliau pernah menjabat sebagai ketua Jurusan Ilmu Kimia di UM (2020-2022).

The Royal Society Chemistry adalah Organisasi Internasional dari Inggris yang mengakreditasi program studi sarjana dan magister bidang kimia, baik di Inggris dan juga Internasional. Akreditasi Internasional RSC berlaku selama lima tahun. Yang akan diakreditasi adalah Prodi S1 (Strata Satu) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pasti Alam (FMIPA) Unand. Keuntungan akreditasi RSC bagi Prodi S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand adalah meningkatnya reputasi program Studi S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand sebagai penyelenggara pendidikan ilmu kimia yang diakui internasional kualitasnya; meningkatkan prospek Prodi S1 (Strata Satu)  Kimia FMIPA Unand untuk mendapatkan pendanaan pemerintah dan perusahaan ; Prodi S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand memiliki akses jaringan internasional sebagai konsultan kimia RSC membantu pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan ilmu Kimia dan akreditasi RSC dinilai oleh industri sebagai cara untuk mengidentifikasi lulusan yang memenuhi syarat yang sesuai sehingga meningkatkan akses alumni mendapatkan peluang kerja (rsc.org, 27 September 2022).

Sebagai pihak yang diasesi, Prodi S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand seyogianya bersiap-siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari assesor yang berkenaan dengan proses belajar mengajar. Dalam borang akreditasi RSC, Perpustakaan sebagai unsur penunjang akademik dipertanyakan perannya oleh asessor. Sosialisasi akreditasi RSC yang dilaksanakan oleh pimpinan Prodi S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand kepada Leni Marsih sebagai tim ad hoc perwakilan UPT.Perpustakaan Unand pada akreditasi RSC pada hari Jumat 23 September 2022 dapat dikatakan langkah yang tepat. Adanya koordinasi ini sangat memudahkan Prodi S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand untuk mencapai nilai akreditasi yang maksimal.

Kesiapan akreditasi RSC tersebut juga dibahas melalui Rapat Koordinasi Terbatas yang berlangsung tanggal 28 September 2022. Dalam rapat ini diputuskan bahwa staf UPT.Perpustakaan Unand stand by di ruang layanan masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi “sidak” assesor ke ruang layanan UPT.Perpustakaan Unand. Disamping itu staf UPT.Perpustakaan Unand diharapkan dapat berkoordinasi dengan Mahasiswa S1 (Strata Satu) Kimia FMIPA Unand yang ditunjuk oleh pimpinan Prodi Strata Satu (S1) Kimia FMIPA Unand yang akan melayani pertanyaan dari assesor seputar dinamika belajar mengajar.

Namun demikian, apabila akreditasi Prodi Strata Satu (S1) Kimia FMIPA Unand berlangsung sukses seyogianya UPT.Perpustakaan Unand diberikan plakat atau piagam tertulis yang berisi ucapan terima kasih dari Prodi Strata Satu (S1) Kimia FMIPA Unand sebagai tanda partisipasi UPT.Perpustakaan Unand dalam pelaksanaan akreditasi. Piagam penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan citra atau nilai akreditasi UPT.Perpustakaan Unand yang akan berlangsung tahun depan. Walaupun piagam penghargaan yang diperoleh UPT.Perpustakaan Unand tidak terdapat itemnya dalam akreditasi, akan tetapi melalui piagam ini assesor memahami bahwa UPT.Perpustakaan Unand berperan vital menyukseskan akreditasi Prodi di Universitas Andalas baik nasional mau pun internasional. Selayaknya perlu direnungkan quote Mahatma Gandhi, aktivis politik non kekerasan asal India. Relationships are based on four principles: respect, understanding, acceptance and appreciation. Hubungan itu didasarkan pada empat prinsip: rasa hormat, pengertian, penerimaan, dan penghargaan.

                                                                  Iswadi Syahrial Nupin

                                 Penulis Naskah Terbaik Inkubator Literasi Pustaka Nasional 2022

Organisasi mahasiswa atau yang biasa disebut ormawa merupakan tempat/wadah berkumpulnya mahasiswa dalam bidang ilmu/kegiatan tertentu dengan tujuan dan target sesuai dengan visi dan misi organisasi tersebut. Organisasi (organization) sebagai satu struktur atau pengelompokan terdiri dari unit-unit yang berfungsi secara saling berkaitan, sedemikian rupa sehingga tersusun satu kesatuan terpadu (Chaplin, 2001:344). Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama (Munandar,2001:247).

Ada beberapa macam jenis Organisasi Kampus, diantaranya :

  1. BEM    : Badan Eksekutif Mahasiswa
  2. MPM   : Majelis Perwakilan Mahasiswa
  3. UKM    : Unit Kegiatan Mahasiswa
  4. HIMA   : Himpunan Mahasiswa

Dan masih banyak jenis organisasi mahasiswa lainnya yang ada lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.

Sebuah pernyataan yang tertuang dalam Journal Education And Development dalam sebuah penelitian, ditulis oleh “Walsyukurniat Zendrato”, 2018 : Keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi sangat penting untuk  perkembangan pengetahuan, mempersiapkan mahasiswa untuk terjun di dunia kerja. Dalam organisasi, mahasiswa terbiasa berbicara menyampaikan ide atau gagasannya sehingga kepercayaan diri dan motivasi belajar meningkat, sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Secara manfaat organisasi, mahasiswa dapat mengambil dampak positif mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa, yaitu :

1. Membangun mental

Sebelum memasuki dunia kerja, seorang mahasiswa tidak cukup hanya dengan membawa ijazah saja, akan tetapi butuh softskill yang mumpuni sebagai pendukung. Mental yang kuat tidak dapat dibangun dari dalam kelas saja, melainkan adanya kegiatan-kegiatan organisasi yang diikuti, serta mengambil peran penting sebagai tempaan dalam membangun mental.

2. Melatih diri siap dibawah tekanan

Dalam kegiatan organisasi, selalu saja ada tekanan-tekanan kecil maupun besar dari pengurus organisasi tersebut. Sebelum menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi mahasiswa, maka mesti mengikuti alur-alur yang ditetapkan oleh organisasi tersebut. Secara sederhana tahapan mengikuti organisasi terbagi menjadi 3 bagian : pertama sebagai calon anggota, kedua sebagai anggota, dan yang ketiga sebagai pengurus. Tahapan yang dilalui akan melatih diri dalam tekanan, seiring dengan berjalannya waktu dan jam terbang yang dilewati.

3. Membangun kerjasama tim

Dunia kerja menuntut setiap orang yang bekerja dalam naungan perusahaan atupun instansi, mesti mampu bekerjasama dalam tim. Salah satu jalan yang mesti dipilih didunia kampus yang bisa menempa dan mendidik mahasiswa membangun kerja sama tim adalah bergabung dan mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi mahasiswa.

4. Belajar menghargai pendapat orang lain

Kegiatan organisasi tak terluput dari rapat organisasi dan musyawarah dalam      memutuskan sebuah topik pembahasan. Sikap menghargai pendapat orang lain bisa didapatkan dalam rapat dan musyawarah yang dilakukan, sehinga  dampak ini akan memberikan pengaruh positif dalam diri seorang mahasiswa    fresh graduate + pengalaman organisasi.

5. Membentuk karakter kepemimpinan

Karakter kepemimpinan sangat dibutuhkan dimanapun mahasiswa berada. Karakter tersebut tidak serta merta terbangun dengan sendirinya, kecuali dengan tahapan dan tempaan pengalaman. Job description yang didapatkan dalam kegiatan organisasi akan memberi pengaruh terhadap jiwa kepemimpinan seseorang, sehingga akan berdampak kedalam dunia kerja nantinya.

Mengikuti dan bergabung kedalam sebuah organisasi kampus itu baik, tapi tidak serta merta menjadikan mahasiswa menghabiskan waktunya dikampus.  Sudut pandang perusahaan ataupun perseroan menjadikan pengalaman organisasi sebagai salah satu tolak ukur dalam penilaian recruitment karyawan hanyalah penunjang, bukan pokok. Latar belakang, serta kesibukan masing-masing mahasiswa tidak bisa ditarik sama dengan mahasiswa lainnya, tergantung masing-masing mahasiswa, akan tetapi menekuni dan meningkatkan kemampuan bidang ilmu yang dipelajari selama dikampus adalah sebuah kewajiban bagi setiap mahasiswa.

 

 

 

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa status Unand telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) paska ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) 95 Tahun 2021 tentang PTNBH Unand.  Didalam PP tersebut dijelaskan secara gamblang tentang Pegawai Non PNS yang bekerja di Unand. Menurut Pasal 64 Paragraf 5 Ketenagaan disebutkan bahwa (1) Pegawai Unand terdiri atas Dosen dan Tenaga Kependidikan. (2) Pegawai yang dimaksud pada ayat (1) terdiri atas : a. Pegawai negeri sipil b.non pegawai negeri sipil (3) Hak dan kewajiban pegawai Unand non pegawai negeri sipil disetarakan dengan hak dan kewajiban pegawai Unand pegawai negeri sipil ..... dan seterusnya. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa Pegawai Non PNS Unand memiliki hak disamping gaji yakni remunerasi dan tunjangan lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Unand. Pegawai Non PNS juga memiliki kewajiban yang sama dengan PNS di lingkungan Unand khususnya dalam melaksanakan tugas pokok organisasi (tupoksi) sesuai dengan pelayanan prima.

Pegawai Non PNS memiliki peran dan konstrubusi penting dalam meyukseskan kegiatan yang dilaksanakan oleh institusi yang menaunginya. Peran yang mereka lakukan adalah melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan pada unit kerja sesuai tugas pokok organisasi. Konstribusinya dapat dilihat dari ide, gagasan dan pemikiran yang mereka sumbangkan pada organisasi baik lisan maupun tulisan.

Sebagai informasi, pegawai Unand yang bekerja di UPT.Perpustakaan Unand baik yang berstatus pustakawan dan non pustakawan sejak 2015 sampai 2022 telah berkurang sebanyak 20 orang. Apabila dilakukan analisis berdasarkan realita diatas dapat dijelaskan bahwa hampir sebanyak total staf UPT.Perpustakaan Unand yang ada saat ini telah resign , artinya jika dihitung dari bobot kerja yang dilakukan maka, setiap 1 orang mengerjakan pekerjaan 2 orang, bahkan ada yang mengerjakan pekerjaan 3 atau 4 orang.

Kondisi realita saat ini mengharuskan Staf UPT.Perpustakaan Unand baik PNS dan Pegawai Non PNS Unand menghandle pekerjaan staf yang resign. Ini merupakan beban yang sangat berat mengingat ada tuntutan yang sangat urgent agar UPT.Perpustakaan Unand mampu mempertahankan nilai A dalam akreditasi yang dilakukan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dan meningkatkan status sebagai Kontributor terbaik 4 menjadi kontributor terbaik 1 dalam Indonesian One Search. Kurangnya jumlah staf UPT.Perpustakaan Unand berdampak pada tidak fokusnya staf terhadap pekerjaan yang ditugaskan karena menghandle pekerjaan yang seyogianya dilakukan oleh 3 atau 4 orang.

Kondisi UPT.Perpustakaan Unand yang kekurangan staf membuat Pegawai Non PNS mesti mengerjakan pekerjaan yang ditinggalkan oleh Eks. Tendik Perpustakaan, khususnya dibidang Layanan Automasi. Pekerjaan bidang automasi yang dihandle mencakup pekerjaan multimedia, pengolahan data, digitalisasi, koleksi perpustakaan digital, pengelolaan website dan pengembangan bidang layanan.

Berkaitan capaian kinerja Pegawai Non PNS UPT.Perpustakaan Unand secara umum dapat dikatakan  baik. Ini dibuktikan dengan dicapainya akreditasi A ditahun 2015, dan mempertahankan nilai A pada re-akreditasi UPT.Perpustakaan Unand yang diselenggarakan tahun 2018, dimana Pegawai Non PNS dilibatkan dalam tim akreditasi Perpustakaan. Disamping itu juga ikut menaikan pemeringkatan UPT.Perpustakaan Unand sebagai kontributor repository terbaik 4 dalam Anugerah Indonesia One Search 2021 dengan nama Nugra Jasadharma Pustakaloka.

Berdasarkan pengamatan dan penelitian penulis, Sebagai Contoh : salah satu Tendik NON PNS Berprestasi yang dimiliki Perpustakaan Universitas Andalas adalah dari Bagian Layanan Automasi yaitu saudara Beni Adri Yassin, S.Kom. Beliau adalah seorang sarjana Komputer yang memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar bagi perpustakaan Universitas Andalas. Beliau bergabung dengan pustaka unand pada maret 2015 hingga sekarang. Beliau mengambil jurusan D3 Teknik Komputer di Politeknik Negeri Padang pada tahun 2011 hingga 2014, dan melanjutkan studi Strata 1 di STMIK Indonesia pada tahun 2016 hingga 2018.

Diantara Prestasi Saudara Beni Adri Yassin, S.Kom selama berkiprah di UPT Perpustakaan Universitas Andalas adalah :

  1. TIM Penyusunan Borang Akreditasi yang Membawa UPT Perpustakaan Meraih Akreditasi A Pada Desember 2015
  2. Peserta Terbaik 1, Lomba Mengasah Tingkat Kefokusan dan Lomba Kekompakan TIM dalam Kegiatan Outbound Perpustakaan Tahun 2016
  3. TIM Penyusun Borang Re-Akreditasi dan Membawa UPT Perpustakaan Mempertahankan Akreditasi A, pada November 2018.
  4. Pustakawan Terbaik 1 Tahun 2019 dalam acara Dies Natalis Universitas Andalas.
  5. Menerbitkan sebuah buku yang berjudul Antologi Kepustakawanan Era Disrupsi, dll.

Jika dilakukan penelitian dengan cermat, kinerja dan prestasi tenaga Non PNS secara keseluruhan dilingkungan UPT Perpustakaan Unand sangat besar terhadap kesuksesan dan perkembangan perpustakaan, bahkan jika dilakukan perbandingan dari sisi kemampuan bekerja dan potensi keahlian, pegawai Non PNS sangatlah potensial. Tidak tertutup kemungkinan juga jika diamati pada bidang dan unit lain dilingkungan Unand, bahwasannya kinerja yang diberikan oleh tenaga Non PNS sangatlah besar. Perlu adanya peningkatan Salary yang layak, Reward, tunjangan kinerja serta Beasiswa kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, atas kontribusi yang diberikan.

Decision maker seyogianya mengapresiasi andil yang dilakukan oleh Tendik Non PNS di Perpustakaan Unand maupun dilingkungan fakultas Universitas Andalas.. Non est ad astra mollis e terris via, tidak ada jalan yang mudah dari bumi menuju bintang (Seneca, Filsuf Yunani Kuno).

Rate this item
(0 votes)

Pada hari Rabu, tanggal 14 September 2022, Pukul 09.00 WIB, bertempat di UPT. Perpustakaan Universitas Andalas Ruang Seminar Utama Lantai 5, Kampus Limau Manis, telah diselenggarakan Kegiatan Sosialisasi Science Direct dengan tema Mastering Mandeley and Science Direct for Learning and Research. Acara didahului kata sambutan yang disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Andi Saputra, S. Kom, M. Kom. Dilanjutkan dengan penyampaian informasi oleh Drs. Yasir, S. Sos selaku Kepala UPT. Perpustakaan Unand. Pembukaan disampaikan oleh dr. Nur Afrainin Syah, M. Med, PhD. Selanjutnya dilakukan penyampaian materi oleh Bapak Johan Jang, Costumer Consultant Elsevier South East Asia. Acara diikuti secara antusias oleh dosen dan mahasiswa yang berjumlah 400 Orang dan acara berlangsung lancar. Output dari kegiatan ini, sebagaimana yang disampaikan diawal-awal acara oleh ketua pelaksana ialah agar memaksimalkan tingkat pemahaman dan penggunaan science direct  oleh sivitas akademika, disamping itu, Bapak Andi juga menyampaikan terkait komitmen Perpustakaan untuk terus meningkatkan pelayanan agar lebih baik lagi.

Rate this item
(0 votes)

Pada Tanggal 9 s.d 11 Agustus 2022 telah diselenggarakan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI). KPDI 2022 dihadiri kurang lebih 350 peserta dari Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. Acara dibuka oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) M.Syarif Bando. Beliau mengatakan bahwa di era transformasi digital, PNRI mempunyai tugas memperluas akses digital perpustakaan untuk mempercepat terwujudnya manusia unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Disamping itu,  banyak tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan transformasi digital. “Mengubah kebijakan, menciptakan regulasi, apalagi mengubah dari manual ke digital itu luar biasa tidak mudah,” ungkapnya. Dalam kegiatan KPDI 13 ini diputuskan Kota Malang menjadi tuan rumah KPDI ke 14 yang diselenggarakan tahun 2023. Selanjutnya KPDI ke 15 diputuskan di Kota Bandar Lampung. Dalam KPDI 13, UPT.Perpustakaan Universitas Andalas mengirimkan dua orang delegasi yakni Andi Saputra, S.Kom; M.Kom dan Iswadi Syahrial Nupin, S.Sos; M.M.

Kamis, 08 September 2022 17:20

Hari Literasi Internasional ke 55

Written by

            Setiap tahun para pegiat literasi dan pustakawan selalu memperingati Hari Literasi Internasional. Hari Literasi Internasional (International Literacy Day) atau Hari Aksara Internasional diperingati pada 8 September setiap tahun. UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) telah memperingati Hari Literasi sejak 1967.

Tema peringatan hari literasi internasional kali ini adalah Transforming Literacy Learning Spaces. Peringatan ini akan menjadi kesempatan untuk memikirkan kembali pentingnya ruang belajar literasi untuk membangun ketahanan dan memastikan pendidikan yang berkualitas, adil, dan inklusif untuk semua. Kegiatan Hari Literasi Internasional ke 55  dipusatkan di Yaumosukro, Pantai Gading yang diselenggarakan pada 8 s.d 9 September 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline. Perayaan Hari Literasi Internasional 2022 memberikan penghargaan Hadiah Literasi Internasional UNESCO kepada pegiat literasi di seluruh dunia.

Bicara literasi tentu membahas tentang kemampuan individu dalam memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saat ini, istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas. Dan sudah merambah pada praktik kultural yang berkaitan dengan persoalan sosial dan politik serta kebudayaan yang bermuara pada local wisdom. UNESCO mendefinisikan literasi sebagai seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

            Kegiatan peningkatan kemampuan literasi masyarakat telah dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dan juga perpustakaan lain di seluruh Kabupaten / Kota di Indonesia. Kegiatan memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang literasi digelar terus menerus sejak pandemi Covid 19. Dengan mengangkat jargon transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, PNRI dan Perpustakaan Provinsi serta Kabupaten/Kota berkomitmen dan serius peningkatan kapasitas dan kualitas SDM Perpustakaan dan masyarakat daerah terpencil dan tertinggal. Dalam kegiatan kongres International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) yang jamak disebut World Library and Information Congress (WLIC) ke-87 pada 26-29 Juli 2022 di Dublin, Irlandia dengan mengusung tema dengan tema Inspire, Engage, Enable, Connect (Perpusnas.go.id, 27 Juli 2022).

Di sela-sela WLIC 2022 diadakan pula pertemuan antara Kepala Perpustakaan se dunia dalam Conference of Director of National Libraries (CDNL). Pertemuan tersebut bertujuan untuk saling mengenalkan para pimpinan perpustakaan dan membahas isu-isu menarik bidang perpustakaan, kepustakawanan, sosial, dan budaya. Sesi ini dibagi dalam beberapa grup, dan para Kepala Perpustakaan saling bertukar cerita mengenai perpustakaan di negara masing-masing.

Kepala PNRI berkisah tentang keberhasilan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang merupakan upaya penguatan literasi melalui pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan. “Kepala Perpustakaan Nasional Prancis, Polandia, dan Bosnia Herzegovina. memberikan apresiasi yang luar biasa dan atas program-program yang telah dilakukan dan dicapai oleh PNRI,” urainya.

Dilansir dari situs Katadata Online, Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan survei tentang literasi digital Indonesia pada 2021. Hasilnya, indeks literasi digital Indonesia berada di level 3,49 pada 2021. Angka tersebut menempatkan indeks literasi digital Indonesia masih berada dalam kategori sedang dengan skala skor indeks 0-5. Terdapat empat pilar yang menjadi komponen dalam penghitungan indeks literasi digital tersebut. Digital Culture memperoleh skor tertinggi, yakni sebesar 3,9. Diikuti Digital Ethics dengan skor 3,55, kemudian Digital Skills dengan skor 3,44, dan terendah, Digital Safety dengan skor 3,1.

Literasi Indonesia yang berstatus kategori sedang tersebut dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Salah satu cara yakni memberdayakan Pustakawan Perguruan Tinggi agar turun ke bawah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pustakawan Perguruan Tinggi seperti Pustakawan Universitas Andalas (Unand) seyogianya diberikan ruang untuk berkiprah melakukan transfer pengetahuan kepada masyarakat nagari. Bukan zamannya lagi Pustakawan Unand berada dibelakang tumpukan buku seperti dekade 70an. Zaman telah berubah Pustakawan Unand harus menjadi agen perubahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nagari dengan program Librarian Goes To Nagari.

Tentunya kegiatan Librarian Goes To Nagari ini akan dapat diejawantahkan apabila Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Unand melakukan kerjasama dengan UPT.Perpustakaan Unand yang didasari akan kesadaran bahwa peningkatan indeks literasi nasional adalah tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa. Kebijakan pengabdian kepada masyarakat tentunya berpulang kepada pemangku kepentingan. Unand sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) memiliki otoritas penuh untuk memberdayakan Pustakawan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selayaknya kita renungkan kembali pesan Koffi Anan, Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (1997-2006). Literacy is a bridge from misery to hope. Literasi adalah jembatan dari kesengsaraan menuju harapan.

 

                                                            Iswadi Syahrial Nupin, S.Sos; M.M

                                        Ketua Kelompok Pustakawan Universitas Andalas 2022-2025

Kamis, 18 Agustus 2022 14:01

PENGUMUMAN SYARAT BEBAS PUSTAKA

Rate this item
(1 Vote)

- PENGUMUMAN -

Kepada Seluruh Sivitas Akademika, Mahasiswa dan Unit Terkait yang bersangkutan dengan pengurusan Bebas Pustaka Mahasiswa Universitas Andalas, Bahwasannya UPT Perpustakaan Universitas Andalas TIDAK MENERIMA HARDCOPY TUGAS AKHIR lagi, otomatis Penyerahan HARDCOPY TUGAS AKHIR bukanlah syarat bebas pustaka lagi terhitung semenjak 01 Agustus 2022.

An Koordinator Perpustakaan Unand

Drs. Yasir, S.Sos

Rate this item
(0 votes)

Pada tanggal 7 Juli 2022, telah diadakan penanadatanganan MOU Universitas Andalas dengan SKK Migas. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Bapak Dr.Ir.Dwi Soetjipto, MM yang menjabat sebagai Kepala SKK Migas. Sebagai alumni Unand, dalam kesempatan ini beliau juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa. Bagi mahasiswa yang berani bertanya mendapatkan hadiah buku dari SKK Migas. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Rektor, Prof.Dr.Yuliandri, S.H; M.H, Bapak Drs.Yasir, S.Sos, Kepala UPT.Perpustakaan dan Bapak Andi Saputra, S.Kom; M.Kom, Sub Koordinator UPT.Perpustakaan beserta pimpinan Unand lainnya.

Rate this item
(0 votes)

Pada tanggal 27 Juni 2022, telah diadakan Rapat Perencanaan Bedah Buku Karya 12 Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand). Dua belas Guru besar itu adalah Prof. Dr. Ir. Arnim, M.S, Prof. Dr. Ir. Zaituni Udin, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Fauzia Agustin, M.S, Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain, M.S, Prof. Dr. Ir. Wizna, M.S, Prof. Dr. Ir. Mirnawati, M.S, Prof. Dr. Ir. Husmaini, M.P, Prof. Dr. Ir. Maria Endo Mahata, M.S, Prof. Dr. Ir. Nuraini, M.S, Prof. Dr. Ir. Yetti Marlida, M.S, Prof. drh. Hj. Endang Purwati, M.Sc, Ph.D, dan Prof. Dr. Ir. Salam N. Aritonang, M.S.

Acara Bedah Buku tersebut rencananya diadakan di lantai 3 UPT.Perpustakaan Unand. Disamping acara Bedah Buku diselenggarakan pula Launching Ruang Baca Karya Dosen Unand. Ruang Baca Karya Dosen berada di lantai 3. Turut hadir dalam Rapat Persiapan Bedah Buku dan Launching Ruang Baca Karya Dosen Unand, Bapak Uyung Gatot Syafrawi Dinata (Ketua LPPM Unand), Bapak Harben Sani (Koordinator Tata Usaha LPPM Unand) dan dua orang perwakilan Guru Besar Fakultas Peternakan Unand. Pihak UPT.Perpustakaan Unand yang mengikuti rapat tersebut adalah Bapak Yasir (Kepala UPT.Perpustakaan Unand) dan Bapak Andi Saputra (Sub Koordinator UPT.Perpustakaan Unand). Kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan pada 10 Agustus 2022.