28 Februari 2022

Perubahan zaman telah membawa manusia kepada kemudahan dalam mengakses informasi. Perkembangan teknologi yang mumpuni sangat memungkinkan manusia untuk mengakses dan memberikan informasi cukup dari genggaman saja, namun satu hal yang lebih penting dari sekedar kemudahan dalam mendapatkan dan memberikan informasi, yaitu kebenaran dan keakuratan dari informasi tersebut. Banyak orang yang ketika menerima informasi dari group WhatsApp ataupun Facebook, tanpa mengecek dan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, mereka langsung sharing informasi tersebut, sehingga informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut sudah dibagikan kebanyak orang, dan pada akhirnya jika informasi itu tidak benar para pembaca telah termakan isu yang tidak valid. Bukti kebanyakan masyarakat termakan isu yang tidak relevan terbukti dari survey MASTEL ditahun 2017 yang dilakukan oleh kominfo, bahwa sumber hoaks yang paling banyak beredar adalah melalui media sosial.

Secara bahasa informasi yang tidak benar, tidak relevan dengan keadaan sebenarnya disebut hoaks. Hoaks memang terlihat baru diera digital ini, namun dalam perspektif islam yang pada hakikatnya hoaks telah terjadi pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam yang mana ketika istri beliau difitnah berzina oleh kaum munafikin. Sebab kejadian ini maka turunlah ayat al-quran untuk membantah hal tersebut yaitu surat [al-Hujurât/49:6] :

Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.

Kebiasaan masyarakat dalam membicarakan suatu topik/orang lain (ghibah) juga menjadi penyebab terbesar hoaks itu beredar. Allah subhanahu wata’ala telah melarang orang-orang yang beriman untuk tidak saling menggunjing(ghibah) dalam surat [al-Hujurât/49:12] :

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".

Maraknya isu hoaks ini juga tidak terlepas dari rendahnya literasi dan budaya baca dikalangan masyarakat kita. Agama islam menganjurkan ummatnya untuk berhati-hati dan selalu mengecek informasi dan berita yang diterima terlebih dahulu. Secara bahasa keagamaan hal ini disebut tabayyun.  Ayat al-quran yang berbicara tentang berita bohong adalah surat ” (QS. An-Nuur: 11) :

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwasannya agama islam sangat memperhatikan dan peduli tentang hoaks ini sehingga dianjurkan bagi ummatnya untuk selalu mengecek informasi atau berita yang diterima terlebih dahulu serta mencari tahu sumber dari mana asal informasi atau berita tersebut berasal. “Smart Think and Don’t Believe about information before you check and search accuracy”. Salam Literasi.

15 Februari 2022

Terhitung tanggal 15 Februari 2022, UPT Perpustakaan Universitas Andalas secara resmi memulai operasional pelayanan satu pintu. Satu hari sebelumnya pada hari Senin, 14 Februari 2022, Sub Koordinator Perpustakaan Unand beserta jajarannya mengambil langkah cepat dalam persiapan peningkatan pelayanan prima kepada pemustaka. Persiapan perangkat keras maupun segala keperluan administrasi lainnya, dimulai semenjak senin pagi, pukul 09.00 WIB hingga Pukul 18.00 WIB. Berdasarkan hasil kesepakatan pada rapat koordinasi yang telah digelar beberapa waktu sebelumnya bersama kepala bidang automasi, kepala bidang layanan pengguna, kepala bidang pengolahan koleksi, dan masing-masing koordinator bidang, bahwa layanan satu pintu akan digelar bersamaan dengan dimulainya perkuliahan tatap muka bagi mahasiswa semester 2 dan semester 4 ditahun ajaran 2021-2022.  

Pelayanan perpustakaan satu pintu ini memberikan dampak positif langsung bagi pemustaka. Tak tanggung-tanggung antusia mahasiswa baru dalam hal ini mahasiswa BP 2020 & 2021, sangat bersemangat dalam mengaktifkan keanggotaan perpustakaan mereka. Bukan hanya aktivasi, mahasiswa yang hendak mengurus keperluan bebas pustaka juga ikut andil dalam meramaikan pelayanan satu pintu ini.

Sistem pelayanan satu pintu ini meliputi layanan administrasi, layanan informasi, layanan aktivasi keanggotaan perpustakaan, layanan surat keterangan bebas pustaka, dll. Sistem layanan satu pintu ini akan diuji coba dalam kurun waktu 1 bulan kedepan, kemudian akan dievaluasi kembali secara tuntas, bagaimana mekanisme dan proses pelayanan terbaik yang dapat diberikan. Kedepan, diharapkan sistem pelayanan satu pintu ini mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien bagi pemustaka, serta memberkan dampak positif bagi Perpustakaan Unand.

15 Desember 2021

Pada hari Rabu, tanggal 15 Desember 2021, salah satu pustakawan Perpustakaan Universitas Andalas, Iswadi Syahrial Nupin, diwisuda oleh Rektor Institut Pertanian Bogor(IPB). Beliau berhasil menamatkan studinya di Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi IPB.

Wisuda yang digelar secara daring oleh Institut Pertanian Bogor itu dihadiri oleh 801 orang mahasiswa, yang terdiri dari wisudawan Doctoral 39 orang, wisudawan magister 181 orang, dan wisudawan sarjana 661 orang. Kegiatan wisuda ini diawali dengan menampilkan profil IPB, dan dilanjutkan dengan pidato rektor IPB, serta pemindahan jambul untuk peserta wisuda yang hadir secara tatap muka.

Setelah menamatkan pendidikan di program magister, Iswadi Syahrial Nupin, yang sebelumnya menyandang gelar akademik sarjana sosial, saat ini telah resmi menyandang gelar magister manajemen (MM), dengan predikat lulus “Sangat Memuaskan”.

Judul tesis yang diangkat saat menempuh pendidikan magister adalah “Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional dengan Pengembangan Karier Pustakawan”. Dengan diwisudanya beliau, maka saat ini jumlah Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Andalas yang menyandang gelar magister bertambah menjadi 2 orang.


10 Desember 2021

Kamis, 09 Desember 2021 M tepatnya 04 Rabiul Akhir 1443 H, Universitas Andalas kedatangan tamu istimewa dari Atase Agama kedutaan arab saudi yaitu Syaikh Ahmad Essa AL Hazimi. Kunjungan  ke Universitas Andalas merupakan yang kedua kalinya dalam 2 tahun terakhir bagi kedutaan arab saudi. Dalam kunjungan kali ini Syaikh Ahmad Essa Al Hazimi memberikan kuliah umum dengan tema “ Peran Arab Saudi Dalam Melayani Islam dan Kaum Muslimin Sedunia”.

Kuliah umum ini diadakan di Gedung Perpustakaan Universitas Andalas Lantai 5, pada pukul 14.00 Wib. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan langsung Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H. Membersamai kegiatan ini, selaku penerjemah ialah Ustadz Muhammad Elvi Syam, Lc.,MA.

Pembukaan awal perkuliahan syaikh berkata : kami datang ke negeri dimana orang-orangnya memuliakan tamu dengan akhlak yang tinggi, dan kami menyukai tempat ini, dan kami memilih propinsi ini sebagai salah satu tujuan kunjungan kami.

Syaikh membacakan sebuah ayat dari surat Alhujurat Ayat 13, yang artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Allah Subhanahu Wata’ala telah menganugerahkan kepada arab saudi dengan 2 kemuliaan yaitu adanya Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, yang mana Baitullah merupakan kiblat bagi kaum muslimin. Kerajaan arab saudi yang strategis memberikan tempat kusus dihati kaum muslimin.

Materi yang disampaikan oleh Syaikh Ahmad Essa Al Hazimi ialah tentang bagaimana peran arab saudi selama ini dalam membantu dunia islam, membantu perkembangan islam dan memberikan semua fasilitas yang terbaik bagi kaum muslimin. Diantara peran arab saudi kepada kaum muslimi diseluruh dunia ialah Memberikan perhatian yang tinggi terhadap Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Haji dan Umrah gratis bagi tamu-tamu undangan kerajaan, membuka kampus untuk mahasiswa diseluruh dunia, membangun perkebunan dengan teknologi tinggi, membuat percetakan al-quran dan membagikannya keseluruh dunia secara gratis.

Negara Arab Saudi dengan segala upaya dan usahanya telah banyak memberikan bantuan material, ekonomi, dan sosial bagi seluruh umat manusia didunia ini. Hal ini memberikan bantahan terhadap fitnah-fitnah yang beredar selama ini, yang tak beralasan. Negara Arab Saudi adalah negara yang damai, penuh toleransi, anti radikalisme dan ekstrimisme. Negara Arab Saudi adalah tempat agama Islam dilahirkan, yang mana dipegang oleh orang-orang yang amanah dan berpegang teguh terhadap Alquran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus sholeh.

Dipenghujung kuliah umum Syaikh memberikan 6 wasiat kepada seluruh hadirin, yang berbunyi : (1) Bertaqwalah kepada Allah, (2) Perbanyaklah menuntut ilmu, (3) Berpegang teguhlah terhadap apa yang diajarkan oleh Nabimu, (4) Jagalah keamanan negerimu dan do’akan pemimpinmu, (5) Berbaktilah kepada kedua orang tua, dan yang terakhir Muliakanlah gurumu.

Menjelang penutupan acara Syaikh memberikan 5 pertanyaan kepada peserta dan yang menjawabnya akan diberikan hadiah berupa amplop dan fhoto bersama. Karna keterbatasan waktu, masih banyak yang ingin ditanyakan peserta dan antusias terhadap pertanyaan berikutnya. Akhir acara ini ditutup dengan saling memberi cenderamata antara Universitas Andalas dengan Atase Agama Kedutaan Arab Saudi dan fhoto bersama.