Beni Adri Yassin

Beni Adri Yassin (17)


A. PENDAHULUAN

    UPT Perpustakaan Universitas Andalas merupakan Knowledge Center bagi mahasiswa Universitas Andalas. Pengunjung Perpustakaan Universitas Andalas bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja, namun bagian akademik, dosen, tenaga pendidikan dan masyarakat umum juga ikut andil dalam menggunakan fasilitas Perpustakaan Universitas Andalas. Berdasarkan laporan dari bidang Teknologi Informasi Perpustakaan Universitas Andalas tahun 2018, tercatat rata-rata 2000 pengunjung setiap harinya.
   UPT Perpustakaan Universitas Andalas mempunyai website yang digunakan untuk pengelolaan data dan informasi perpustakaan secara online. Website UPT  Perpustakaan Universitas Andalas adalah www.pustaka.unand.ac.id. Adanya website ini, semua informasi tentang perkembangan dan pengoperasian layanan perpustakaan bisa diperoleh dengan mudah melalui jaringan internet.
   UPT Perpustakaan Universitas Andalas juga menggunakan sebuah software yang digunakan untuk operasional perpustakaan yaitu SLIMS (Senayan Library Management System). SLIMS berfungsi untuk melihat semua koleksi buku, jurnal, karya ilmiah dan ebook yang ada pada UPT Perpustakaan Universitas Andalas, yang mana koleksi tersebut dapat diakses pada www.katalog.pustaka.unand.ac.id .
     Setiap mahasiswa Universitas Andalas yang hendak wisuda mesti memiliki berkas surat keterangan bebas pustaka(SKBP). Bebas pustaka didapat dengan bukti legalitas surat keterangan bebas pustaka yang telah ditanda tangani oleh bidang layanan pengolahan, sirkulasi, automasi, lokal konten dan administrasi. UPT Perpustakaan Universitas Andalas juga menggunakan sebuah aplikasi berbasis web yaitu E-Skripsi www.scholar.unand.ac.id yang berfungsi untuk mengakses data karya ilmiah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Andalas.

 

      Gedung UPT Perpustakaan Universitas Andalas terdiri dari 5 lantai. Setiap lantai memiliki fasilitas dan fungsi masing-masing sesuai dengan target dan pengelolaan layanannya. Pada lantai satu terdapat tiga bidang layanan diantaranya bidang layanan sirkulasi, pengolahan dan bidang administrasi. Pada lantai dua terdapat dua bidang layanan diantaranya bidang layanan referensi dan layanan koleksi cadangan. Pada lantai tiga terdapat satu bidang layanan yaitu bidang automasi pelayanan verifikasi upload tugas akhir. Pada lantai empat terdapat satu bidang layanan yaitu bidang penyerahan hardcopy karya ilmiah. Pada lantai lima adalah ruangan multifungsi yang biasa digunakan untuk acara-acara atau kegiatan-kegiatan formal seperti seminar, wisuda dan kegiatan pelatihan. Bagi mahasiswa dan mahasiswi yang telah menyelesaikan studinya, maka wajib untuk menyelesaikan semua administrasi yang berhubungan dengan Perpustakaan Universitas Andalas atau yang biasa disebut bebas pustaka.

 
B. TUJUAN
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengetahui tingkat efisiensi layanan skbp.
2. Meningkatkan kualitas layanan bebas pustaka. 
 
  
C. LANDASAN TEORI

1. Surat Keterangan Bebas Pustaka(SKBP)
    Surat keterangan bebas pustaka adalah salah satu administrasi yang mesti diselesaikan oleh mahasiswa Universitas andalas baik mahasiswa D3, S1, S2 dan S3
    ketika hendak wisuda ataupun dalam pengambilan ijazah,
 
2. Aturan Bebas Pustaka
    Adapun bentuk aturan yang ditetapkan UPT Perpustakaan Universitas Andalas untuk bebas pustaka adalah:
    a. Setiap mahasiswa Universitas Andalas wajib menyelesaikan urusan bebas  pustaka sebelum mengambil ijazah.
    b. Semua mahasiswa Universitas Andalas wajib mengembalikan semua koleksi yang dipinjam.
    c. Semua mahasiswa  Universitas Andalas wajib membayar denda apabila memiliki riwayat keterlambatan pengembalian buku, buku hilang ataupun buku rusak.
    d. Semua mahasiswa Universitas Andalas wajib menyerahkan buku sumbangan kepada UPT Perpustakaan Universitas Andalas.
    e. Semua mahasiswa Universitas Andalas wajib menyerahkan harcopy tugas akhir, skripsi, thesis dan disertasi kepada UPT Perpustakaa Universitas Andalas.
    f.  Semua mahasiswa Universitas Andalas wajib meng-upload tugas akhir, skripsi, thesis dan disertasi ke E-Skripsi UPT Perpustakaan Universitas Andalas. 
 
D. METODE PENELITIAN
1.  Studi Pendahuluan
     Studi pendahuluan merupakan langkah awal dalam upaya pemecahan masalah dan mempelajari sistem yang sedang berjalan di  UPT Perpustakaan Universitas
     Andalas, khususnya dalam hal layanan bebas pustaka.
 
2. Identifikasi Masalah
    Permasalahan merupakan kunci utama alasan pembuatan makalah ini. Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam proses identifikasi
    masalah, penulis melakukan observasi mengenai keadaan secara langsung di UPT Perpustakaan Universitas Andalas terkait layanan bebas pustaka. Penulis
    menemukan banyaknya permasalahan dalam hal pelayanan bebas pustaka yang rumit dan data yang dikelola tidak terpusat. Mahasiswa dan mahasiswi yang
    mengurus kepentingan bebas pustaka mesti melewati 4 lantai layanan dan alur yang rumit sehingga memakan banyak waktu.
 
3. Perumusan Masalah
    Mengacu kepada identifikasi masalah yang telah didapatkan, maka dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah memberikan pelayanan bebas pustaka yang
    memudahan dan memuaskan mahasiswa, mempermudah alur pelayanan, meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan fasilitas perangkat teknologi informasi
    yang mumpuni, agar mencapai layanan bebas pustaka yang efektif dan efisien.
 
4. Pengumpulan Data
    Pada tahap selanjutnya dilakukan pengumpulan data untuk mempermudah penulis dalam melakukan penelitian, adapun tahapannya adalah:
    a. Observasi dan Pengamatan
        Observasi dan pengamatan dilakukan secara langsung mengamati petugas dan mahasiswa yang sedang dalam tahap menyelesaikan prosedur bebas pustaka.
    b. Kuesioner
        Kuesioner diperlukan agar mengetahui seberapa penting sebuah sistem dibutuhkan. Penulis melakukan penyebaran angket yang diisi oleh
        mahasiswa yang melakukan bebas pustaka.
 
E. HASIL DAN PEMBAHASAN

     UPT Perpustakaan Universitas Andalas sangat memberikan peran penting dalam aktivitas mahasiswa dikampus. Peran perpustakaan menjadi sorotan yang
mestinya terus dikembangkan dan ditingkatkan. Bulan desember 2019 UPT Perpustakaan Universitas Andalas kembali memperoleh akreditasi A, yang mana pada
tahun 2015 silam juga menyandang akreditasi A. Sebagai penyandang Akreditasi A tentunya bukan hanya menjadi simbol dan kebanggaan saja, mestinya juga
dibuktikan dengan kualitas sumber daya manusia, fasilitas yang ada dan tingkat kepuasan pemustaka dalam mendapatkan pelayanan prima.


Surat keterangan bebas pustaka yang lama terdapat beberapa kelemahan yang mesti diperbaiki, diantaranya :
a. Kolom pengisian biodata mahasiswa kurang simetris.
b. Urutan layanan yang dipaparkan dalam SKBP.
c. Tampilan SKBP susah dipahami mahasiswa. 
   
Ada beberapa bagian dari surat keterangan bebas pustaka yang telah diperbaiki dan diperbarui, diantaranya :
a. Menambahkan alamat akun instagram perpustakaan
b. Memperbaiki tampilan pengisian biodata mahasiswa pada SKBP.
c. Memperbaiki intruksi alur pelayanan pada SKBP.
d. Memperbaiki tampilan kolom untuk tanda tangan dan cap petugas. 

1. Sistem Bebas Pustaka Lama
    Adapun bentuk administrasi yang mesti diselesaikan oleh mahasiswa Universitas Andalas untuk mendapatkan surat keterangan bebas pustaka adalah :

a. Penyerahan  Buku Sumbangan(Lantai 1)
    Pada bagian pelayanan ini, mahasiswa wajib menyerahkan satu buku sumbangan yang diperuntukan untuk UPT
    Perpustakaan Universitas Andalas.
 
b. Penyerahan Hardcopy Tugas Akhir(Lantai 4)
    Pada bagian layanan ini mahasiswa mesti menyerahkan hardcopy tugas akhir yang telah dibuat. Pada bagian layanan ini 
    memang sudah ada aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data mahasiswa dan mahasiswi yang telah menyerahkan karya ilmiahnya. Aplikasi yang digunakan
    oleh UPT Perpustakaan Universitas Andalas adalah SLIMS(Senayan Library Management System) yang dikelola oleh bagian layanan ini saja.
 
c. Verifikasi Bebas Peminjaman Buku(Lantai 1)
     Pada bagian layanan ini mahasiswa mesti melaporkan status peminjaman buku kepada petugas. Petugas melakukan
     pengecekan status peminjaman secara online ke aplikasi SLIMS. Hasil verifikasi data mahasiswa dan mahasiswi akan tersimpan pada aplikasi SLIMS yang dikelola
     oleh bagian layanan ini saja.
 
d. Verifikasi Upload Tugas Akhir(lantai 3)
     Pada bagian layanan ini, mahasiswa melaporkan hasil upload karya ilmiahnya, kemudian petugas melakukan pengecekan
     dengan mengakses aplikasi E-Skripsi dengan alamat web www.scholar.unand.ac.id. Setelah petugas melakukan pengecekan dan selesai memverifikasi, semua data
     akan tersimpan pada aplikasi E-Skripsi yang hanya dikelola oleh bagian layanan ini saja.
 
e. Tanda tangan dan stempel dari Kepala Bidang Administrasi UPT Perpustakaan Universitas Andalas(Lantai 1).
    Setelah mahasiswa menyelesaikan administrasi pada empat bagian layanan diatas, tahap selanjutnya adalah meminta tanda tangan dan stempel dari petugas
    administrasi perpustakaan untuk legalisasi lembaran kertas bebas pustaka.
 

2. Kendala Pengurusan Surat Keterangan Bebas Pustaka
    Setiap mengurus surat keterangan bebas pustaka, terdapat beberapa kendala yang menjadi bagian penting dalam tujuan penulisan makalah ini, diantaranya:
a. Terlalu rumit dalam penyelesaian surat keterangan bebas pustaka karena meski melalui 5 bidang layanan, yang mana bidang layanan tersebut berada pada
    lantai yang berbeda.
b. Tidak efisien dan tidak efektif bagi mahasiswa yang hendak mengurus bebas pustaka karna membutuhkan waktu lama. 
 
  
3. Sistem Baru(yang diusulkan)
    Adapun pemaparan dan mekanisme pelayanan bebas pustaka dengan sistem satu pintu adalah :

a. Dalam metode sistem layanan bebas pustaka ini, UPT Perpustakaan Universitas Andalas akan menambah satu bidang/ruang layanan baru, yang mana nama bidang
    layanannya adalah ruang pelayanan surat keterangan bebas pustaka..
b. Layanan bebas pustaka dirancang menjadi satu pintu yang mana semua petugas bidang layanan berada dalam ruangan layanan bebas pustaka.
c. Sistem satu pintu ini akan mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan surat keterangan bebas pustaka.
d. Akan menghemat waktu bagi mahasiswa dalam menyelesaikan surat keterangan bebas pustaka.
e. Dengan sistem satu pintu ini, tentunya akan meningkatkan kualitas layanan UPT Perpustakaan Universitas Andalas. 

F. KESIMPULAN

1. Salah satu hal yang menjadi tolak ukur keberhasilan bidang pelayanan adalah ketika mampu memberikan pelayanan maksimal, efektif dan sedikitnya keluhan.
2. Banyaknya komplain dari mahasiswa terkait prosedur layanan bebas pustaka, maka sebaiknya alur pelayanan mesti segera diperbaiki dengan sistem satu pintu.
3. Menggunakan metode pelayanan satu pintu akan lebih meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pemustaka dalam menyelesaikan bebas pustaka.
4. Sebagai penyandang akreditasi A, perpustakaan universitas andalas masih belum maksimal menunjukkan kiprahnya dibidang pelayanan, karna banyaknya sektor 
    kelemahan yang mesti diperbaiki, terutama layanan bebas perpustakaan.
5. Peningkatan kualitas layanan adalah tugas besar yang terus menerus menjadi bagian penting dari perpustakaan, oleh karena itu meningkatkan efisiensi dan efektifitas
    layanan akan menunjukkan kualitas dari UPT Perpustakaan Universitas  Andalas.
6. Jika kita bisa meminimalisir waktu setiap mahasiswa yang mengurus surat keterangan bebas pustaka 5 menit saja, maka jika ada yang mengurus 1000 surat
     bebas pustaka, kita telah menghemat waktu mereka sebanyak 5000 menit. 

G. SARAN

1. Semestinya pihak kampus lebih memperhatikan pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Andalas.
2. Diharapkan kedepannya agar pemberdayaan pustakawan lebih maksimal dalam segi penempatan kerja dan job des.
3. Demi meningkatkan mutu pustakawan hendaknya diberikan penghargaan ataupun pelatihan-pelatihan khusus setiap tahunnya.
4. Diharapkan kepada semua bagian yang terlibat dan bertanggungjawab langsung dengan perpustakaan universitas andalas, agar selalu mengevaluasi dan
    meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa. 

 
H. DAFTAR PUSTAKA
https://pustaka.unand.ac.id/profil/organisasi/visi-misi
https://pustaka.unand.ac.id/index.php/berita-dan-peristiwa/item/47-prosedur-bebas-perpustakaan
 
 

                                                                                                   




Create by : Beni Adri Yassin, S.Kom

                                                                                                                                                                                                         
 
 
 

11 Maret 2019
            Perpustakaan adalah sebuah gedung yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam koleksi baik tercetak maupun berbentuk noncetak. Menurut UU No. 43 tahun 2007 jenis perpustakaan terdiri dari perpustakaan nasional, perpustakaan khusus, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan merupakan pusat dan gudangnya berbagai macam ilmu, perpustakaan yang bagus adalah perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai layanan. Dalam sebuah perpustakaan harus ada layanan sirkulasi, layanan pengolahan, layanan referensi, layanan cadangan dan layanan tandom.
            Layanan sirkulasi adalah layanan dimana tempat berlangsungnya peminjaman dan pengembalian koleksi bahan pustaka. Layanan ini sangat penting dalam sebuah perpustakaan, jika layanan ini tidak ada maka kegiatan dalam sebuah perpustakaan tidak akan berlangsung. Layanan pengolahan merupakan layanan tempat pemrosesan koleksi atau bahan pustaka sebelum dilayangkan kepada pemustaka. Mulai dari pengklasifikasian, memberi stempel inventaris, memasang barkode dan memberi nomor punggung serta mencek kembali koleksi apakah sudah benar-benar layak atau belum untuk dilayankan kepada pemustaka. Layanan tandom adalah layanan tempat penyimpanan laporan tugas akhir dan hasil penelitian.
            Gedung perpustakaan yang megah dan berdiri kokoh tidak menjamin dapat menentukan kemajuan sebuah perpustakaan, jika tidak dilengkapi dengan pustakawan yang professional. Pustakawan merupakan seseorang yang memberikan layanan kepada pemustaka dan bertanggungjawab terhadap tugasnya. Potensi seorang pustakawan sangat menentukan baik buruk dan majunya sebuah perpustakaan. Seorang pustakawan harus mampu memberikan layanan yang terbaik kepada pemustaka agar mampu menciptakan hal-hal baru dan mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk kemajuan sebuah perpustakaan. Gedung yang megah tidak akan berfungsi dan tidak ada artinya jika tidak ada yang menjalankannya. Ibarat kendaraan, semegah dan sebagus apapun kendaraan kita jika tidak ada fungsi dan manfaatnya hanya sebagai bahan pajangan saja, maka tidak akan ada artinya kendaraan tersebut. Profesi pustakawan kadangkala dipandang sebelah mata dan bahkan sebuah profesi yang terlupakan. Namun, mereka tidak mengetahui betapa berartinya seorang pustakawan dalam mengelola pusat informasi dan kemajuan perpustakaan.
 
Create by  :  Devi Afri Yenti
Editor       :  Beni Adri Yassin, S.Kom
10 Januari 2019
Membaca adalah salah satu aktivitas penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari pastinya kita melewatkan beberapa kata ataupun kalimat yang telah kita baca, apakah lewat pengumuman, koran, majalah ataupun buku. Setiap bacaan memiliki daya tarik dan ciri khasnya sendiri sehingga itulah yang menjadi sebab dan pendorong sipembaca untuk membaca bacaan tersebut. Salah satu metode untuk memperoleh ilmu pengetahuan adalah dengan membaca. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi minat membaca adalah :

1. Lingkungan
         Lingkungan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, dimana kepribadian dan pola fikir seseorang akan terbentuk dari lingkungannya. Lingkungan yang baik dipengaruhi oleh orang-orang yang akan memberikan dorongan positif disetiap aspek kehidupannya.

2. Perkembangan teknologi
         Perkembangan teknologi sangat memberikan dampak positif bagi berbagai kalangan, terutama kalangan akademisi dan pelajar. Teknologi tentunya juga memberikan dampak negatif bagi sipengguna teknologi tersebut, salah satunya adalah dengan adanya teknologi, buku yang biasanya dibaca dengan jumlah eksemplar yang tebal tak terlihat lagi, karena sudah dikemas dalam bentuk ebook dalam aplikasi gadged, sehingga minat untuk membaca buku dalam bentuk eksemplar sudah menurun dan pengguna teknologi lebih sering membuka gadged dari pada membuka buku.
Banyaknya fitur-fitur yang terdapat dalam sebuah gadged secara otomatis tidak akan membuat sipembaca fokus. Bagaimanapun tampilan dan keutamaan yang ditonjolkan oleh ebook, membaca buku dengan eksemplar tidak akan pernah tergantikan.

3. Copy Paste
          Salah satu budaya yang sering terjadi dikalangan pelajar adalah copy paste. Copy paste sering terjadi apabila pelajar ataupun kalangan pengguna teknologi lainnya menggunakan komputer ataupun internet untuk mencari tugas, artikel, berita ataupun informasi yang dibutuhkan.
Budaya copy paste sangat berpengaruh terhadap minat baca, karena dengan copy paste para pengguna teknologi merasa mudah dan diuntungkan, sehingga membaca tidak lagi dihiraukan.

4. Sarana kurang memadai
          Sarana membaca sangat mendorong seseorang untuk membaca. Diantara sarana membaca adalah buku bacaan, lokasi/tempat membaca yang nyaman. Buku bacaan yang menarik serta tempat membaca yang nyaman juga akan memberikan daya tarik tersendiri kepada pembaca.

5. Kurangnya Motivasi
          Motivasi merupakan dorongan, ajakan dan ketertarikan seseorang akan sesuatu. Motivasi membaca sangat dibutuhkan untuk memdorong seseorang gemar dalam membaca. Jika seseorang sudah mengetahui dan memahami manfaat dari membaca, maka seseorang akan menyadari betapa pentingnya membaca dan ketertarikannya akan semakin tinggi untuk membaca.
 
         Faktor-faktor tersebut akan menjadi pengaruh besar seseorang dalam membaca. Untuk meningkatkan minat baca seseorang maka hendaknya kita bangun lingkungan yang positif dengan ajakan dan dorongan baca yang tinggi, memanfaatkan teknologi dengan positif, menghilangkan budaya copy paste, memberikan sarana yang memadai bagi pembaca, dan memberikan motivasi kepada anak maupun lingkungan kita agar melahirkan generasi yang gemar membaca.

11 Oktober 2018
Proses peminjaman dan pengembalian buku merupakan salah satu transaksi yang paling ramai di Perpustakaan Universitas Andalas setiap harinya. Perpustakaan Universitas Andalas menerapkan beberapa aturan penting dalam peminjaman buku, diantaranya :
1. Maksimal peminjaman buku dalam satu kali pinjam sebanyak empat buku.
2. Masa peminjaman selama 7 hari dalam satu kali pinjaman.
3. Buku yang telah dipinjam dapat diperpanjang sebanyak 2 kali dengan masa peminjaman yang sama yaitu 7 hari / satu kali pinjam. Jadi jika melakukan peminjaman dan perpanjangan sebanyak dua kali, maka lama peminjaman adalah 3 minggu(21 hari).
4. Jika terjadi keterlambatan pengembalian buku, maka Perpustakaan Universitas Andalas memberlakukan denda sebanyak Rp.1000/satu buku/hari.
5. Jika buku yang dipinjam rusak/hilang, maka sipeminjam wajib mengganti buku tersebut. 

Banyaknya transaksi tak terlepas dari kedisiplinan dalam peminjaman dan pengembalian buku bagi pemustaka. Kerapnya keterlambatan pengembalian buku membuat banyak pengguna yang dikenakan sangsi denda oleh Perpustakaan Universitas Andalas.
Proses pembayaran denda dilakukan dengan cara :
1. Melapor kepada petugas pengembalian buku dan minta tolong kepada petugas untuk melihat status peminjaman yang ada saat ini, apakah sudah kena denda atau belum.
2. Jika ada denda, segera membayar denda ke Bank Nagari kantor cabang Universitas Andalas.
3. Simpan bukti pembayaran denda.
4. Berikan bukti pembayaran denda kepada petugas pengembalian buku. 


September 2018 Perpustakaan Universitas Andalas sudah menggunakan mesin EDC (Elektronic Data Capture) sebagai penunjang layanan bidang sirkulasi. Banyaknya pemustaka yang telat dalam mengembalikan buku, membuat pihak perpustakaan mesti bekerja ekstra dalam pelayanan pengembalian buku.

Jadi, setiap saat ini setiap mahasiswa yang kena denda peminjaman buku bisa membayar denda langsung di Perpustakaan Universitas Andalas dengan menggunakan kartu ATM Bank Nagari. Hal yang selalu menjadi harapan adalah semua peminjam buku di Perpustakaan Universitas Andalas dapat mengembalikan buku dengan tepat waktu.
13 September 2017

UPT Perpustakaan Universitas Andalas (Unand) sebagai salah satu penunjang perkembangan dan kemajuan Unand memiliki banyak fasilitas yang berguna bagi mahasiswa/i dan pengunjung lainnya. Selain sebagai pusat peminjaman buku, Perpustakaan Unand memberikan akses komputer internet gratis, free wi-fi, ruang diskusi, ruang belajar, dan ruangan bersantai. Dengan banyaknya fasilitas tersebut semestinya memberikan daya tarik bagi mahasiwa/i untuk berkunjung dan memaksimalkan fungsi penggunaannya.

Adapun  jenis layanan utama Perpustakaan Universitas Andalas diantaranya:

  1. Layanan Administrasi(Aktivasi Anggota, Bebas Perpustakaan)
  2. Layanan Sirkulasi(Peminjaman dan Pengembalian Buku)
  3. Layanan Pengolahan(Penyerahan Buku Sumbangan)
  4. Layanan Automasi(Verivikasi Upload Karya Ilmiah, Informasi Jurnal)
  5. Layanan Lokal Konten(Penyerahan Hardcopy Karya Ilmiah).

Layanan sirkulasi merupakan salah satu layanan yang selalu disibukkan dengan aktivitas peminjaman dan pengembalian buku. Setiap harinya, jumlah transaksi peminjaman berbanding terbalik dengan jumlah transaksi pengembalian. Hal ini disebabkan, banyaknya di antara peminjam yang tidak mengambalikan buku tepat waktu dan sehingga akhirnya terjadi penumpukan denda. Padahal, denda merupakan salah satu upaya yang diberlakukan oleh Perpustakaan Universitas Andalas untuk meningkatkan kedisiplinan pemustaka/user didalam mengembalikan buku.

Perlu diketahui aturan denda yang berlaku di UPT.Perpustakaan Universitas Andalas sebagai berikut:

  1. Denda 1 buku sebesar Rp.1000 /Hari
  2. Denda dihitung sesuai dengan jam buka perpustakaan, Senin sampai dengan Sabtu
  3. Denda tidak dihitung ketika hari libur nasional, universitas dan Hari Minggu.
  4. Metode pembayaran denda dilakukan dengan cara menyetorkan langsung ke Bank Nagari yang ditujukan ke rekening Rektor Unand

Denda sebagai salah satu bentuk sanksi dari keterlambatan dalam pengembalian buku ternyata masih belum memberikan efek jera bagi mahasiswa/i Universitas Andalas. Berdasarkan laporan sistem informasi Perpustakaan Universitas Andalas, selalu terjadi peningkatan denda terhadap peminjam buku. Hal ini terjadi karena, si peminjam buku tidak mengembalikan/memperpanjang buku pada waktu yang telah ditentukan.

Berikut tips agar tidak dikenakan denda :

  1. Ingatlah kapan batas akhir waktu pengembalian buku yang dipinjam.
  2. Jangan menunda-nunda pengembalian buku.
  3. Lakukan perpanjangan apabila masih membutuhkan buku yang dipinjam.
  4. Apabila berhalangan ketika akan mengembalikan buku, mintalah bantuan kepada teman atau siapapun yang bisa dipercayakan untuk mengembalikan buku yang dipinjam.

Harapan kedepannya bagi mahasiswa/i yang meminjam buku  di UPT Perpustakaan Universitas Andalas agar mengembalikan buku sebelum waktu yang telah ditentukan.

Halaman 2 dari 2