21 Mei 2019

Aturan Peminjaman Buku Perpustakaan

 

Syarat Peminjamam Koleksi
Penelusuran koleksi menggunakan OPAC & Pencarian koleksi di rak
Peminjaman mandiri
Perpanjangan koleksi
Pengembalian koleksi
Masa Peminjaman Koleksi
Batas Peminjaman Koleksi
Sanksi Keterlambatan Pengembalian

 

Syarat Peminjaman Koleksi

  • Setiap anggota yang akan memanfaatkan fasilitas peminjam buku di ruang sirkulasi harus melakukan aktifasi keanggotaan terlebih dahulu di Ruang Tata Usaha/Administrasi.
  • Anggota perpustakaan yang boleh meminjam buku adalah mahasiswa/dosen/tenaga kependidikan Unand.
  • Untuk memudahkan pencarian buku di dalam rak, pengunjung disarankan untuk menelusuri buku yang akan dipinjam terlebih

Penelusuran Koleksi Menggunakan OPAC & Pencarian Koleksi di Rak

Untuk memudahkan pencarian buku di dalam rak, pengunjung disarankan untuk menelusuri buku yang akan dipinjam terlebih dahulu menggunakan komputer OPAC yang sudah disedikan di lobi perpustakaan.

Setelah itu anggota perpustakaan dapat mengambil/mencari sendiri buku yang akan dipinjam ke rak buku. seandainya pengunjung kesulitan dalam mencari buku yang akan dipinjam, bisa meminta bantuan petugas perpustakaan.
 

Peminjaman Mandiri

Peminjaman dilakukan secara mandiri melalui komputer Peminjaman Mandiri dengan menggunakan username(nomor BP) dan password yang telah didapatkan sebelumnya ketika melakukan aktivasi keanggotaan.
 

Perpanjangan Koleksi

Perpanjangan masa peminjaman buku dapat dilakukan dengan cara:
  • Membawa buku yang akan diperpanjang masa peminjamannya, dan memperlihatkan kartu mahasiswa/menyebutkan nomor BP.
  • Memperpanjang secara mandiri melalui website katalog perpustakaan: http://katalog.pustaka.unand.ac.id
  • Perpanjangan peminjaman boleh dilakukan maksimal 2 kali masa peminjaman (1 minggu). 
 

Pengembalian koleksi

  • Sebelum mengembalikan buku yang dipinjam sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah terkena denda atau tidak.
  • Seandainya sudah terlambat/melewati batas pengembalian tanyakan ke petugas berapa jumlah denda yang harus dibayarkan.
  • Bayar denda ke rekening rektor melalui Bank Nagari
  • Bagi mahasiswa yang punya kartu ATM Bank Nagari bisa membayar melalui mesin EDC yang disedikan di loket pengembalian
  • Kembalikan buku yang dipinjam dilakukan melalui loket yang disediakan di depan Ruang Sirkulasi dengan memperlihatkan kartu mahasiswa (KTM)/menyebutkan nomor BP, serta slip pembayaran denda jika ada. 
 

Masa peminjaman koleksi

1.  Dosen dan Tenaga Kependidikan
  • Masa peminjaman untuk dosen dan tenaga kependidikan adalah 2 bulan dan dapat diperpanjang sebanyak 2 (dua) kali masa peminjaman, dengan ketentuan perpanjangan dilakukan sebelum melewati batas waktu peminjaman (tidak kena denda).
2.  Mahasiswa
  • Jangka waktu peminjaman untuk mahasiswa 7 (tujuh) hari dan dapat diperpanjang sebanyak 2 (dua) kali masa peminjaman, dengan ketentuan perpanjangan dilakukan sebelum melewati batas waktu peminjaman (tidak kena denda).

 
Batas peminjaman koleksi

  • Dosen
    • Batas maksimal peminjaman sebanyak 5 eksemplar
  • Mahasiswa
    • Batas maksimal peminjaman sebanyak 4 eksemplar
  • Tenaga kependidikan
    • Batas maksimal peminajaman sebanyak 3 eksemplar 
 

Sanksi Keterlambatan Pengembalian

Bagi anggota pustaka yang terlambat mengembalikan pinjaman koleksi dikenakan sanksi denda dengan ketentuan :
  • Keterlambatan pengembalian buku dikenakan denda Rp. 1000,-/buku/hari.
  • Denda dibayarkan langsung ke rekening rektor Unand melalui Bank Nagari, atau melalui mesin EDC (electronic data capture) menggunakan kartu ATM Bank Nagari yang disedikan di layanan sirkulasi perpustakaan. 
18 April 2019
Pada hari Selasa, 16 April 2019, UPT Perpustakaan Unand mendapat kunjungan dari tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sumatera Barat. Tim yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat Perwakilan, Zaini Arif Budiman, tersebut berjumlah sebanyak 5 orang. Mereka datang bertujuan untuk melakukan penjajakan untuk menjalin kerjasama dengan UPT Perpustakaan Unand, terkait dengan sharing informasi dan koleksi antar perpustakaan.

Kedatangan mereka dijamu oleh Kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos, Kasubag Tata Usaha, dan Kepala Bidang Automasi. Dalam diskusi yang berlangsung di ruang Kepala Perpustaan, Bapak Zaini, sebagai kepala rombongan, menyampaikan bahwasanya saat ini mereka sedang berusaha mengumpulkan hasil-hasil penelitian, berupa skripsi, tesis, dan disertasi, yang berkaitan dengan BPK di seluruh perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat. Termasuk di perpustakaan Unand. Menurutnya BPK Sumbar tahun ini mempunyai rencana untuk membangun pusat kajian BPK, dengan menjaring seluruh riset yang berkaitan dengan BPK. Langkah awalnya adalah dengan mengumpulkan dokumen-dokumen. Pusat kajian ini nantinya terbuka untuk diakses oleh masyarakat luas, dengan mekanisme tertentu yang akan ditentukan di kemudian hari.

Di akhir pertemuan disepakati bahwasanya, akan diadakan pertemuan berikutnya untuk membicarakan penandatanganan MOU kerjasama antar kedua lembaga. Tidak hanya sekedar berbagai koleksi, rencana kerjasama yang akan dibangun juga terkait dengan kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seminar, pelatihan/workshop, serta bedah buku yang melibatkan kedua belah pihak.
08 April 2019
Workshop Online Research Skill (ORS) dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mencari dan mengelola sumber referensi ilmiah, yang saat ini sebagian besar tersedia secara online.  informasi tersebut, seperti artikel jurnal ilmiah, ebook, prosiding konferensi, tesis, disertasi dan lain-lain, sebenarnya dapat diakses dan diunduh secara gratis dalam bentuk fulltext (teks lengkap) melalui jurnal yang dilanggan oleh Unand, fakultas, Kemristekdikti, maupun Perpustakaan Nasional.

Akan tetapi sebagian besar civitas akademika Unand masih belum memanfaatkannya dengan baik. Disamping faktor kurangnya sosialisasi, butuh skill atau strategi tertentu untuk dapat memperoleh sumber referensi yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan.
Oleh karena UPT Perpustakaan dan Fakultas Ilmu Budaya bekerjasama dalam melaksanakan Workshop ORS yang dilaksanakan pada hari Kamis, 4 April 2019 di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang dosen FIB. Bertindak sebagai nara sumber, Andi Saputra, M.Kom, Pustakawan Muda UPT Perpustakaan Unand, yang didampingi oleh staf bidang IT, Beni Adri Yassin, S.Kom.

Materi yang disampaikan pada pertemuan tersebut terdiri dari : (1) Pentingnya ORS dalam mendukung kegiatan penelitian dosen; (2) Strategi dalam mencari sumber referensi ilmiah di Science Direct; (3) Mengelola sumber referensi menggunakan aplikasi referensi manager. Peserta cukup antusias dalam mengikuti workshop tersebut. Menurut mereka materi yang disampaikan cukup menarik dan sangat bermanfaat untuk mempermudah mereka dalam menyusun laporan penelitian.

 
Menurut Drs. Ferdinal, M.A., Ph.D., wakil dekan I FIB, kegiatan ini tidak cukup kalau hanya dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan saja. Perlu dilakukan workshop tahap selanjutnya untuk lebih meningkatkan lagi skill dan pemahaman dosen dalam mencari dan mengelola sumber referensi ilmiah.
28 Maret 2019
Google Scholar merupakan sesuatu yang tidak asing lagi bagi para akademisi, mahasiswa, dan peneliti.  Salah satu fitur andalan Google ini menyediakan cara yang sederhana untuk mencari literatur ilmiah secara luas dari berbagai disiplin ilmu, dan sumber referensi.  Jenis literur yang bisa diakses, berupa artikel, tesis, buku, abstrak, dan putusan pengadilan, dll. yang diterbitkan/ditulis oleh akademisi, masyarakat profesional, repositori online, universitas, dan situs web lainnya.
 
Fitur yang dimiliki oleh Google Scholar memudahkan kita dalam mencari semua literatur ilmiah dari satu tempat dengan cara yang sederhana. Kita bisa menjelajahi karya terkait, kutipan, penulis, dan publikasi dari sebuah artikel, mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang penelitian apa pun.
 
Bagi penulis, Google Scholar menjadi sarana yang tepat untuk mengetahui siapa yang mengutip publikasi yang dimilikinya. Kita juga bisa membuat profil publik di Google Scholar sesuai dengan kajian atau bidang ilmu yang kita miliki dan menemukan sumber-sumber penelitian ilmiah yang relevan di seluruh dunia.
 
Salah satu fitur menarik yang dimiliki oleh Google Scholar yang patut kita ketahui adalah Metics. Metrics bisa kita akses melalui menu yang ada di sudut kiri atas laman Google Scholar. Fitur ini khusus untuk pencarian artikel jurnal. Metics merangkum kutipan terbaru publikasi ilmiah, untuk membantu penulis mempertimbangkan di mana akan mempublikasikan penelitian mereka. Data disajikan berupa 100 publkasi ilmiah teratas berdasarkan jumlah kutipan yang dihitung menggunakan h-indeks dan h-median. Tanggal dan jumlah kutipan diperkirakan dan ditentukan secara otomatis menggunakan program komputer.
 
Melalui fitur ini kita juga bisa melihat artikel yang paling banyak dikutip dan siapa/artikel mana saja yang mengutipnya. Jangan salah, fitur Metrics ini juga memungkinkan kita mencari artikel berdasarkan bahasa yang digunakan. Bahasa Indonesia ada ngak ya? Ya adalah…, walaupun jumlah artikelnya belum terlalu banyak. Juga tersedia menu kategori yang memudahkan kita menjelajahi publikasi di bidang penelitian yang diminati berdasarkan area penelitian/bidang ilmu tertentu.  Akan tetapi fitur ini baru bisa digunakan untuk koleksi berbahasa Inggris.
 
Sangat membantu bukan, tunggu apa lagi..? Ayo segera temukan sumber referensi yang Anda butuhkan di Metics Google Scholar.