11 Maret 2019
            Perpustakaan adalah sebuah gedung yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam koleksi baik tercetak maupun berbentuk noncetak. Menurut UU No. 43 tahun 2007 jenis perpustakaan terdiri dari perpustakaan nasional, perpustakaan khusus, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan merupakan pusat dan gudangnya berbagai macam ilmu, perpustakaan yang bagus adalah perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai layanan. Dalam sebuah perpustakaan harus ada layanan sirkulasi, layanan pengolahan, layanan referensi, layanan cadangan dan layanan tandom.
            Layanan sirkulasi adalah layanan dimana tempat berlangsungnya peminjaman dan pengembalian koleksi bahan pustaka. Layanan ini sangat penting dalam sebuah perpustakaan, jika layanan ini tidak ada maka kegiatan dalam sebuah perpustakaan tidak akan berlangsung. Layanan pengolahan merupakan layanan tempat pemrosesan koleksi atau bahan pustaka sebelum dilayangkan kepada pemustaka. Mulai dari pengklasifikasian, memberi stempel inventaris, memasang barkode dan memberi nomor punggung serta mencek kembali koleksi apakah sudah benar-benar layak atau belum untuk dilayankan kepada pemustaka. Layanan tandom adalah layanan tempat penyimpanan laporan tugas akhir dan hasil penelitian.
            Gedung perpustakaan yang megah dan berdiri kokoh tidak menjamin dapat menentukan kemajuan sebuah perpustakaan, jika tidak dilengkapi dengan pustakawan yang professional. Pustakawan merupakan seseorang yang memberikan layanan kepada pemustaka dan bertanggungjawab terhadap tugasnya. Potensi seorang pustakawan sangat menentukan baik buruk dan majunya sebuah perpustakaan. Seorang pustakawan harus mampu memberikan layanan yang terbaik kepada pemustaka agar mampu menciptakan hal-hal baru dan mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk kemajuan sebuah perpustakaan. Gedung yang megah tidak akan berfungsi dan tidak ada artinya jika tidak ada yang menjalankannya. Ibarat kendaraan, semegah dan sebagus apapun kendaraan kita jika tidak ada fungsi dan manfaatnya hanya sebagai bahan pajangan saja, maka tidak akan ada artinya kendaraan tersebut. Profesi pustakawan kadangkala dipandang sebelah mata dan bahkan sebuah profesi yang terlupakan. Namun, mereka tidak mengetahui betapa berartinya seorang pustakawan dalam mengelola pusat informasi dan kemajuan perpustakaan.
 
Create by  :  Devi Afri Yenti
Editor       :  Beni Adri Yassin, S.Kom
11 Januari 2019
Universitas Islam Negeri Padang kembali mengirimkan mahasiswanya untuk praktek kerja lapangan di UPT Perpustakaan Universitas Andalas.Dalam periode praktek kerja lapangan kali ini Universitas Islam Negeri Padang mengirimkan sebanyak 9 orang mahasiswanya untuk menempa dan mempraktekkan ilmu selama perkuliahan di UPT Perpustakaan Universitas Andalas. Pada Hari Rabu, Tanggal 09 Januari 2019 Kepala Perpustakaan Universitas Andalas Bapak Drs. Yasir, S.Sos resmi menerima 9 orang mahasiswa Universitas Islam Negeri untuk magang di Perpustakaan Universitas Andalas. Nama-nama mahasiswa Universitas Islam Negeri Padang yang magang di UPT Perpustakaan Universitas Andalas pada periode 09 Januari 2019 – 01 Maret 2019:
 
1. Devi Afri Yenti
2. Intan Permata Sari
3. Leta Junita Jusman
4. Melia Darlianti
5. Oktavia Andriyeni Putri
6. Puthy Mienda Chayo
7. Rini Amanda Pratami
8. Sarah Nur Permata
9. Sintia Syafta 

 
Proses penerimaan mahasiswa Universitas Islam Negeri Padang itu diselenggarakan diruang administrasi Perpustakaan Universitas Andalas. Sebagaimana biasanya, setiap tahunnya Universitas Islam Negeri Padang selalu mengirimkan mahasiswanya untuk Praktek kerja lapangan di UPT Perpustakaan Universitas Andalas. Penerimaan mahasiswa magang ini bukan hanya sekedar untuk pengapliakasian ilmu yang mereka dapatkan selama perkuliahan saja, melainkan agar mahasiswa magang ini mampu mengamati, menganalisa, memahami dan mempraktekkan bagaimana rutinitas pekerjaan diperpustakaan, bagaimana proses sirkulasi, proses administrasi, proses pengolahan buku dan pelayanan yang ada dalam ruang lingkup perpustakaan.
10 Januari 2019
        Membaca adalah salah satu aktivitas penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari pastinya kita melewatkan beberapa kata ataupun kalimat yang telah kita baca, apakah lewat pengumuman, koran, majalah ataupun buku. Setiap bacaan memiliki daya tarik dan ciri khasnya sendiri sehingga itulah yang menjadi sebab dan pendorong sipembaca untuk membaca bacaan tersebut. Salah satu metode untuk memperoleh ilmu pengetahuan adalah dengan membaca. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi minat membaca adalah :

1. Lingkungan
         Lingkungan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, dimana kepribadian dan pola fikir seseorang akan terbentuk dari lingkungannya. Lingkungan yang baik dipengaruhi oleh orang-orang yang akan memberikan dorongan positif disetiap aspek kehidupannya.

2. Perkembangan teknologi
         Perkembangan teknologi sangat memberikan dampak positif bagi berbagai kalangan, terutama kalangan akademisi dan pelajar. Teknologi tentunya juga memberikan dampak negatif bagi sipengguna teknologi tersebut, salah satunya adalah dengan adanya teknologi, buku yang biasanya dibaca dengan jumlah eksemplar yang tebal tak terlihat lagi, karena sudah dikemas dalam bentuk ebook dalam aplikasi gadged, sehingga minat untuk membaca buku dalam bentuk eksemplar sudah menurun dan pengguna teknologi lebih sering membuka gadged dari pada membuka buku.
Banyaknya fitur-fitur yang terdapat dalam sebuah gadged secara otomatis tidak akan membuat sipembaca fokus. Bagaimanapun tampilan dan keutamaan yang ditonjolkan oleh ebook, membaca buku dengan eksemplar tidak akan pernah tergantikan.

3. Copy Paste
          Salah satu budaya yang sering terjadi dikalangan pelajar adalah copy paste. Copy paste sering terjadi apabila pelajar ataupun kalangan pengguna teknologi lainnya menggunakan komputer ataupun internet untuk mencari tugas, artikel, berita ataupun informasi yang dibutuhkan.
Budaya copy paste sangat berpengaruh terhadap minat baca, karena dengan copy paste para pengguna teknologi merasa mudah dan diuntungkan, sehingga membaca tidak lagi dihiraukan.

4. Sarana kurang memadai
          Sarana membaca sangat mendorong seseorang untuk membaca. Diantara sarana membaca adalah buku bacaan, lokasi/tempat membaca yang nyaman. Buku bacaan yang menarik serta tempat membaca yang nyaman juga akan memberikan daya tarik tersendiri kepada pembaca.

5. Kurangnya Motivasi
          Motivasi merupakan dorongan, ajakan dan ketertarikan seseorang akan sesuatu. Motivasi membaca sangat dibutuhkan untuk memdorong seseorang gemar dalam membaca. Jika seseorang sudah mengetahui dan memahami manfaat dari membaca, maka seseorang akan menyadari betapa pentingnya membaca dan ketertarikannya akan semakin tinggi untuk membaca.
 
         Faktor-faktor tersebut akan menjadi pengaruh besar seseorang dalam membaca. Untuk meningkatkan minat baca seseorang maka hendaknya kita bangun lingkungan yang positif dengan ajakan dan dorongan baca yang tinggi, memanfaatkan teknologi dengan positif, menghilangkan budaya copy paste, memberikan sarana yang memadai bagi pembaca, dan memberikan motivasi kepada anak maupun lingkungan kita agar melahirkan generasi yang gemar membaca.

11 Oktober 2018
Proses peminjaman dan pengembalian buku merupakan salah satu transaksi yang paling ramai di Perpustakaan Universitas Andalas setiap harinya. Perpustakaan Universitas Andalas menerapkan beberapa aturan penting dalam peminjaman buku, diantaranya :
1. Maksimal peminjaman buku dalam satu kali pinjam sebanyak empat buku.
2. Masa peminjaman selama 7 hari dalam satu kali pinjaman.
3. Buku yang telah dipinjam dapat diperpanjang sebanyak 2 kali dengan masa peminjaman yang sama yaitu 7 hari / satu kali pinjam. Jadi jika melakukan peminjaman dan perpanjangan sebanyak dua kali, maka lama peminjaman adalah 3 minggu(21 hari).
4. Jika terjadi keterlambatan pengembalian buku, maka Perpustakaan Universitas Andalas memberlakukan denda sebanyak Rp.1000/satu buku/hari.
5. Jika buku yang dipinjam rusak/hilang, maka sipeminjam wajib mengganti buku tersebut. 

Banyaknya transaksi tak terlepas dari kedisiplinan dalam peminjaman dan pengembalian buku bagi pemustaka. Kerapnya keterlambatan pengembalian buku membuat banyak pengguna yang dikenakan sangsi denda oleh Perpustakaan Universitas Andalas.
Proses pembayaran denda dilakukan dengan cara :
1. Melapor kepada petugas pengembalian buku dan minta tolong kepada petugas untuk melihat status peminjaman yang ada saat ini, apakah sudah kena denda atau belum.
2. Jika ada denda, segera membayar denda ke Bank Nagari kantor cabang Universitas Andalas.
3. Simpan bukti pembayaran denda.
4. Berikan bukti pembayaran denda kepada petugas pengembalian buku. 


September 2018 Perpustakaan Universitas Andalas sudah menggunakan mesin EDC (Elektronic Data Capture) sebagai penunjang layanan bidang sirkulasi. Banyaknya pemustaka yang telat dalam mengembalikan buku, membuat pihak perpustakaan mesti bekerja ekstra dalam pelayanan pengembalian buku.

Jadi, setiap saat ini setiap mahasiswa yang kena denda peminjaman buku bisa membayar denda langsung di Perpustakaan Universitas Andalas dengan menggunakan kartu ATM Bank Nagari. Hal yang selalu menjadi harapan adalah semua peminjam buku di Perpustakaan Universitas Andalas dapat mengembalikan buku dengan tepat waktu.