03 September 2020

ANTARA CADAR & MASKER

A. Cadar

            Makna cadar di KBBI adalah kain penutup kepala atau muka bagi perempuan. Cadar digunakan oleh perempuan muslimah untuk melindungi dirinya dari pandangan lelaki yang bukan mahromnya. Cadar merupakan perintah Allah Azza Wajalla yang tertera pada syariat  agama islam yang ditujukan pengunaannya kepada kaum wanita tanpa membeda-bedakan apakah dia islam dari arab, maupun islam dari negara non arab. Adapaun soal hukum penggunaan cadar, ulama berbeda pendapat akan hukumnya, namun menimbang kemaslahatannya yang begitu besar, 4 imam mazhab menganjurkan bahkan ada yang mewajibkannya. Sebagian orang yang beragama islam ataupun kafir mengetahui dan menganggap bahwasannya cadar adalah budaya arab, padahal hal tersebut sangat bertentangan dengan budaya arab jaman jahiliyah, yang mana orang arab jahiliah tidaklah berhijab dan bercadar. Syariat Islam turun bukanlah untuk negeri arab saja, namun untuk diterapkan oleh semua manusia, tanpa terkecuali. Sungguh sangat disayangkan, diantara kebanyakan umat muslim mencela syariat cadar yang dikenakan dan ditujukan kepada kaum wanita yang menjalankannya. Secara pengamalan tentunya tidaklah sama antara niat memakai cadar karna  untuk gaya-gayaan dan niat memakai cadar karna menjalankan syariat islam.

 B. Masker

            Makna masker di KBBI adalah alat untuk menutup muka. Masker bukanlah hal asing dizaman sekarang, terutama disaat hampir setiap negara mendapatinya, yaitu hadirnya virus covid-19. Pada masa pandemi ini hampir setiap pemerintah diseluruh dunia menganjurkan, bahkan mewajibkan masyarakatnya untuk menggunakan masker ketika keluar rumah, pergi ketempat umum atau aktivitas lainnya. Tentunya secara pengamalan tidaklah sama niat memakai masker hanya karna terpaksa dengan niat memakai masker demi menjaga diri dari bahaya dan memberi bahaya kepada orang lain.

C. Cara agar penggunaan Cadar & Masker Bernilai Pahala disisi Allah Subhanahu Wata’ala

Penggunaan cadar:

  • Niatkan pemakaiannya karna mematuhi Syariat Islam yang telah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam
  • Cadar digunakan untuk membentengi diri perempuan muslimah dari pandangan laki-laki yang bukan mahromnya.
  • Adapun manfaat lainnya dizaman ini bagi muslimah adalah dengan menggunakan cadar yang berbahan tebal tentunya juga bisa menggantikan fungsi masker.

 Penggunaan Masker:

  1. Niatkan untuk mematuhi pemerintah dalam hal yang ma’ruf, yaitu wajibnya penggunaan masker ketika keluar rumah & saat interaksi dengan orang lain.
  2. matuhi protokol kesehatan demi membentengi diri dan memutus mata rantai penyebaran virus covid-19
  3. Adapun manfaat lainnya yang mana jika ada wanita muslimah yang masih baru belajar untuk menutup wajahnya, namun terkendala lingkungan ataupun belum percaya diri maka, penggunaan masker bisa menjadi solusi ganda sementara sampai benar-benar mantap menggunakan cadar.

D. Point Penting Dalam Pembahasan Cadar dan Masker

  1. Adanya wabah covid-19 ini terbukti dan terbantahkanlah argumentasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan ucapannya selama ini yang mengatakan bahwa wanita yang menutup wajah dengan cadar adalah radikal, ciri-ciri teroris dan sebagainya. Maka jika demikian tentulah dizaman sekarang hampir semua orang baik laki-laki maupun perempuan menutup wajahnya bisa disebut radikal, teroris atau semacamnya.
  2. Jika karna wanita menutup wajahnya dengan cadar demi menjaga diri dan agamanya agar laki-laki yang bukan mahrom tidak terfitnah, dilarang atau dicela sebagian orang, maka ini tidaklah benar, karna setiap orang yang beragama diperbolehkan menjalankan syariat agamanya dengan benar sesuai dengan aturan undang undang yang berlaku dinegara tersebut.
  3. Begitu juga dengan penggunaan masker yang dizaman ini sudah hampir menyeluruh, maka tidak ada hak dan kewenangan juga bagi orang lain untuk melarang ataupun mencela karna, orang-orang menggunakan masker karna mematuhi pemerintah, menjaga diri dan tidak memberikan mudarat kepada orang lain.

 Jika disimpulkan :

Memakai cadar dan memakai masker memiliki peran dan  pengaruh yang besar dalam pandangan syariat islam.

 

Disusun Oleh :

Beni Adri Yassin, S.Kom

Staf Teknologi Informasi UPT Perpustakaan Universitas Andalas

 Pembahasan Mendalam seputar cadar dapat dipelajari pada link berikut:

https://muslim.or.id/6207-hukum-memakai-cadar-dalam-pandangan-4-madzhab.html

06 Juli 2020

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.

Tahun 2020 ini, negara bahkan dunia sedang dilanda bencana internasional yaitu wabah Covid-19. Semenjak masuknya wabah ini, dan ditetapkannya peraturan pemerintah tentang Pembatasan sosial berskala besar(PSBB) baik dipusat maupun didaerah, maka sistem pelaksaan UTBK pun mesti mengikuti protokol kesehatan terkait bahayanya wabah covid-19. Kegiatan UTBK yang awalnya direncanakan penyelenggaraannya pada april 2020, mesti ditunda setelah ditetapkannya pandemi covid-19.

LTMPT menyelenggarakan UTBK 2020 ini dengan 20 Sesi yaitu, 2 sesi setiap harinya, dimulai pada tanggal 05 Juli 2020 – 14 Juli 2020.

Keterlibatan Perpustakaan Universitas Andalas dalam UTBK ini adalah Perpustakaan menyediakan 2 ruangan khusus, yaitu:

1. Ruang Internet Pustaka

Letak dan posisi ruangan ini terletak pada sayap kiri gedung Perpustakaan Universitas Andalas lantai 3. Kapasitas peserta ujian untuk ruangan ini adalah 20 orang.

2. Ruang CBT Pustaka

Letak dan posisi ruangan ini terletak pada sayap kanan gedung Perpustakaan Universitas Andalas lantai 3. Kapasitas peserta ujian untuk ruangan ini adalah 20 orang.

Demi kemudahan perserta dalam akses menuju ruangan ujian, dan menjalankan protokol pencegahan Covid-19, maka panitia membagi akses jalur masuk dan keluar peserta menggunakan lift yang ada di bagian depan dan belakang serta tanggayang ada di bagian depan, tengah dan belakang gedeng perpustakaan.

04 Februari 2020

7 Cara Berhenti Merokok

Kenapa banyak orang susah dalam menghentikan kebiasaan?
Kenapa banyak orang susah berhenti merokok?
Banyak faktor yang menyebabkan kebanyakan orang gagal dalam berhenti merokok, yang pada intinya mereka perokok tidak membuat program berhenti merokok dengan benar.
Siperokok tidak menyadari betapa bahaya dan buruknya efek yang ditimbulkan dari rokok.
Jangan katakan tidak bisa jika belum mencoba, yang pada intinya semua perbuatan dikembalikan kepada niat hati masing-masing.
Jika meninggalkan sesuatu karna memang sesuatu tersebut tidak baik, insyaa allah akan ada kemudahan yang diberikan. Jika anda masih merokok, berarti anda belum berusaha maksimal, karna sejatinya anda terlahir bukan sebagai perokok dan rokok bukanlah kebutuhan yang menjadi keharusan bagi anda untuk terus mengkonsumsinya.

Ingatlah, ketika anda masih merokok, secara perlahan anda sedang:
1. Merusak tubuh anda
2. Merusak lingkungan anda.
3. Merusak anak keturunan anda.

Yang mana generasi anak bangsa akan terlahir dari anda.
Kualitas generasi selanjutnya tergantung dari orang tuanya yaitu anda.
Maka mulailah dari diri kita sendiri, jika masih merokok , maka renungkanlah !!!
Mungkin anda masih sehat sekarang, namun nanti siapa yang tau, dan lingkungan anda bisa sakit karna asap rokok yang anda keluarkan.

Berikut adalah 7 Cara Berhenti Merokok :

 1.   Niatkan dalam hati dan selalu berdo’a ingin berhenti merokok, karena memang merokok itu tidak baik bagi kesehatan, bagi lingkungan dan bagi keturunan, karena segala yang       merusak pasti tidak baik.

2.   Jangan pernah ada kata membeli rokok/mengurangi merokok, karena rokok bukan zat padat seperti makanan yang bisa dikurangi porsinya, yang ada malah selagi menghisap rokok, pasti akan terbawa candu secara terus-menerus.

3.       Jangan minta rokok kepada orang lain.

4.       Jangan terima rokok pemberian orang lain.

5.       Usahakan memberitahu semua teman-teman dan orang sekitar anda bahwasannya anda sedang dalam program berhenti merokok.

6.       Ketika anda kefikiran kepengen merokok, langsung palingkan keinginan dan fikiran anda tersebut dengan hal-hal yang lain.

7.       Jika anda tipikal orang yang gampang terpengaruh oleh orang lain, maka usahakan menjaga jarak dengan teman-teman perokok sampai anda bisa mengendalikan diri untuk tidak merokok lagi.

 

 

09 Desember 2019

Merokok itu Haram

Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Siapa yang meniliti dengan baik kalam ulama, pasti akan menemukan bahwa hukum rokok itu haram, demikian menurut pendapat para ulama madzhab. Hanya pendapat sebagian kyai saja (-maaf- yang barangkali doyan rokok) yang tidak berani mengharamkan sehingga ujung-ujungnya mengatakan makruh atau ada yang mengatakan mubah. Padahal jika kita meneliti lebih jauh, ulama madzhab tidak pernah mengatakan demikian, termasuk ulama madzhab panutan di negeri kita yaitu ulama Syafi’iyah.

Ulama Syafi’iyah seperti Ibnu ‘Alaan dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin dan Al Adzkar serta buku beliau lainnya menjelaskan akan haramnya rokok. Begitu pula ulama Syafi’iyah yang mengharamkan adalah Asy Syaikh ‘Abdur Rahim Al Ghozi, Ibrahim bin Jam’an serta ulama Syafi’iyah lainnya mengharamkan rokok.

Qalyubi (Ulama mazhab Syafi’I wafat: 1069 H) ia berkata dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh Al Mahalli, jilid I, hal. 69, “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi. Oleh karena itu para Syaikh kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya“.

Ulama madzhab lainnya dari Malikiyah, Hanafiyah dan Hambali pun mengharamkannya. Artinya para ulama madzhab menyatakan rokok itu haram. Silakan lihat bahasan dalam kitab ‘Hukmu Ad Diin fil Lihyah wa Tadkhin’ (Hukum Islam dalam masalah jenggot dan rokok) yang disusun oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid Al Halabi hafizhohullah terbitan Al Maktabah Al Islamiyah hal. 42-44.

Di antara alasan haramnya rokok adalah dalil-dalil berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Karena merokok dapat menjerumuskan dalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh sistem tubuh (menimbulkan penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, dan merusak sistem reproduksi), dari alasan ini sangat jelas rokok terlarang atau haram.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.

Perlu diketahui bahwa merokok pernah dilarang oleh Khalifah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama mengharamkan merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.

Sanggahan pada Pendapat Makruh dan Boleh

Sebagian orang (bahkan ada ulama yang berkata demikian) berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat larangan, berdasarkan firman Allah,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu“. (QS. Al Baqarah: 29).

Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.

Akan tetapi dalil ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak. Sedangkan tembakau mengandung nikotin yang secara ilmiah telah terbukti merusak kesehatan dan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29).

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap)“. (HR. Muslim no. 564).

Dalil ini juga tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap, lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya di antaranya kanker paru-paru. Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Jual Beli Rokok dan Tembakau

Jika rokok itu haram, maka jual belinya pun haram. Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Jika jual beli rokok terlarang, begitu pula jual beli bahan bakunya yaitu tembakau juga ikut terlarang. Karena jual beli tembakau yang nanti akan diproduksi untuk membuat rokok, termasuk dalam tolong menolong dalam berbuat dosa. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

Komentar Orang Awam

Sering didengar orang berkomentar, “Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok; para petani tembakau, para pedagang dan para buruh di pabrik rokok, apakah ulama bisa memberi mereka makan?”

Andai komentar ini berasal dari non muslim mungkin permasalahan tidak terlalu besar karena mereka memang tidak mau mengerti bahwa rezeki mereka berasal dari Allah.

Yang paling mengenaskan, sebagian umat Islam ikut mengumandangkan komentar tersebut. Padahal pernyataan ini mengandung kesyirikan, merusak tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah semata pemberi rezeki. Jangankan seorang muslim, orang jahiliyah saja yakin bahwa Allah semata yang memberi mereka rezeki, Allah berfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ  … فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31).

Apakah mereka tidak yakin bahwa yang memberi rizki pada para petani itu Allah?

Apakah mereka tidak percaya bahwa yang memberi makan pada para buruh pabrik juga Allah?

Kenapa mesti ragu? Kenapa tidak yakin dengan Allah yang Maha Memberi Rizki kepada siapa saja dari makhluk-Nya? Lantas kenapa masih cari penghidupan dari yang haram?

Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Wallahu waliyyut taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

 

@ Sabic Lab after ‘Ashar prayer, 30th Syawwal 1432 (28/09/2011)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id