26 November 2021

Pada tahun 2013 yang lalu para pegiat Open Access di Australia telah mendirikan Australian Open Access Support Group (AOASG). Grup ini dibuat bertujuan untuk membuat hasil penelitian Australasia terbuka untuk semua. Pada tahun 2015, dengan penambahan anggota dari Selandia Baru dan perubahan fokus, AOASG berubah menjadi Australasian Open Access Strategy Group, dan pada tahun 2021 ini kembali berubah menjadi Open Access Australasia (OAA).

21 November 2021

Plagiat merupakan salah satu perilaku yang menakutkan dan paling dibenci di dunia penulisan. Di era digital saat ini sebagian besar informasi tersedia dalam bentuk elektronik (e-resoruces), yang bisa disebarkan dengan mudah dan masif. Hal ini membuka peluang yang sangat besar untuk terjadinya tindakan plagiat, yang diistilahkan dengan pencurian informasi.

30 September 2021

            Pererapan physical distancing dimasa pandemi memberikan pengaruh besar terhadap kelancaran pelayanan di perpustakaan. Tak terkecuali juga untuk mendukung turunnya penyebaran covid-19 saat ini. Keamanan dan kesehatan bagi pustakawan dan pemustaka sangatlah penting dalam proses pelayanan. Tidaklah mudah dalam membangun kesadaran akan pentingnya penerapan physical distancing, karna butuh kesadaran yang tinggsi serta bahu membahu dalam mengingatkan sesama. Banyaknya isu dan informasi yang tidak relevan dengan kondisi, membuat masyarakat umum kurang perhatian terhadap covid-19. Timbulnya kesadaran dalam diri setiap pemustaka dan pustakawan akan berdampak positif bagi sistem pelayanan dimasa pandemi dan tentunya sangat berperan penting dalam penurunan angka paparan covid-19.`

            Diantara jenis-jenis pelayanan UPT perpustakaan universitas andalas yang membutuhkan interaksi dengan pustakawan yaitu, bidang layanan tata usaha, bidang layanan sirkulai, bidang layanan pengolahan, bidang layanan referansi, bidang layanan koleksi cadangan, bidang layanan automasi, dan bidang layanan lokal konten.

         Terhitung mulai tanggal 27 september 2021, UPT Perpustakaan sudah mulai menjalankan layanan secara full yaitu 100 % work from office. Tentunya hal ini akan membuat terjadinya lonjakan kunjungan pemustaka dan pustakawan juga semuanya sudah masuk kerja dikantor.

            Diantara bentuk penerapan protokol kesehatan disetiap bidang layanan dimasa pandemi covid-19 bagi pustakawan ialah :

1.        Petugas selalu menggunakan masker saat melakukan pelayanan.

2.        Petugas menghindari kontak fisik dengan pemustaka saat pelayanan.

3.        Petugas menggunakan hand sanitizer saat sebelum dan sesudah melakukan pelayanan.

4.        Petugas wajib mengingatkan pemustaka jika terjadinya kerumunan dalam datu area.

         Diantara bentuk penerapan aturan bagi pemustaka yang akan mengurus bebas pustaka yaitu :

1.      Menggunakan masker

2.      Mencuci tangan dengan handsanitizer/sabun.

3.      Menjaga jarak dengan petugas/pustakawan.

4.      Menghindari kerumunan.

5.      Dan membatasi perkumpulan dengan waktu yang tidak terlalu lama.

 

            Meskipun kepentingan pemustaka hanya pada penggunaan fasilitas yang ada diperpustakaan universitas saja,  seperti : ruang baca terbuka, ruang diskusi, looby , layanan komputer OPAC dan meja lesehan, maka pemustaka mesti tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

 

Penulis  : Beni Adri Yassin, S.kom

20 Januari 2021

Bicara tentang malas, ini merupakan sesuatu hal yang tak asing lagi, bahkan hampir semua orang bisa dipastikan pernah mengalami rasa malas dalam kehidupannya. Terkhususnya untuk ruang lingkup mahasiswa, tentunya rasa malah adalah hal yang lumrah dan sering dialami disebabkan berbagai macam hiruk pikuk kehidupan kampus.

Tidak sedikit diantara banyak aktivitas yang dilakukan manusia setiap harinya berujung pada rasa malas dan enggan untuk melakukannya. Terkadang rasa malas muncul ketika hendak memulai sesuatu, terkadang rasa malas muncul ketika sedang mengerjakan pekerjaan, dan terkadang rasa malas muncul ketika pekerjaan telah selesai dilakukan.

19 Januari 2021

Media massa memiliki beberapa macam diantaranya ada media cetak, media elektronik, media online dan ada juga media luar ruangan/media promosi. Media promosi adalah sarana mengkomunikasikan suatu produk atau jasa atau yang lain sebagainya agar dapat dikenal oleh  masyarakat luas. Media promosi juga dapat diartikan pula suatu alat atau mediator yang mewadahi promosi sebuah produk. Tujuan adanya media promosi adalah untuk dapat menginformasikan tentang suatu produk, mengubah persepsi mengenai suatu produk agar diterima oleh pengguna, dan mengingatkan pengguna agar produk selalu diingat sepanjang masa. Media promosi dalam bentuk periklanan yang dapat menyampaikan informasi kepada khalayak ramai salah satunya dengan menggunakan media videotron.

Videotron adalah sebuah panel layar yang menggunakan teknologi lampu LED (Light Emitting Diode) yang memiliki fungsi untuk menampilkan gambar, video, chart, diagram, atau apapun juga, dengan di handle oleh sebuah prosesor yang mengatur rangakaian LED tersebut menjadi gambar yang terstruktur dan menjadi sebuah layar besar. Videotron memiliki 2 jenis yaitu videotron indoor dan videotron outdoor. Videotron indoor penggunaannya khusus untuk di dalam ruangan saja, sedangkan outdoor untuk luar ruangan. Selain itu videotron juga dapat digunakan di dalam ruangan sebagai media presentasi. Videotron juga sering disebut sebagai reklame digital karena gambar-gambarnya bergerak. Kelebihan menggunakan videotron sebagai media periklanan adalah dengan adanya kemampuan dari gambar-gambar yang bergerak sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan lebih indah. Alasan mengiklankan suatu produk dengan menggunakan videotron adalah karena mampu menampilkan gambar yang bergerak dan banyak masyarakat yang lalu lalang disekitarannya.

Suatu perpustakaan perlu melakukan promosi supaya seluruh aktivitas yang berhubungan dengan jasa perpustakaan dapat diketahui serta dipahami oleh pengguna. Promosi pada perpustakaan merupakan suatu aktivitas untuk memperkenalkan perpustakaan dari segi layanannya, fasilitas, serta manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pengguna perpustakaan. Salah satu bentuk promosinya adalah dengan mengguna media elektronik yakni melalui video, karena video dapat menampilkan gambar yang bergerak serta dilengkapi dengan suara sehingga lebih lengkap dan menarik.

Dengan menggunakan videotron sebagai media promosi sebuah perpustakaan dapat mempromosikan lembaganya dengan menampilkan berbagai macam kegiatan, fasilitas serta keunggulan yang dimilikinya dalam bentuk gambar atau video, selanjutnya baru diubah atau diedit sehingga menghasilkan gambar yang menarik. Setelah itu baru ditayangkan di layar lebar dan di handle oleh sebuah prosesor yang mengatur rangkaian LED tersebut sehingga menjadi gambar yang terstruktur. Perpustakaan yang menggunakan videotron sebagai media promosinya merupakan suatu model stategi baru sehingga menarik perhatian masyarakat yang melewati atau menggunakan jalan di sekitar tempat penayangan videotron tersebut. Penayangan iklan tersebut sepenuhnya diatur oleh lembaga, mulai dari penataan iklan, menentukan lokasi penayangannya, menentukan besarnya kontribusi bagi iklan jika di pasang difasilitas umum, serta meminta izin untuk pemasangan iklan.

Perpustakaan Indonesia yang sudah menggunakan videotron sebagai media promosinya adalah Perpustakaan Nasional RI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi, Perpustakaan Universitas Airlangga, dan lain sebagainya.

Penulis   : Novia Amia Azizah Lubis (Mahasiswa Magang Universitas Negeri Padang, Tahun 2021)

            Editor     : Beni Adri Yassin, S.Kom

23 September 2020

Masa pandemi covid 19 mengharuskan masyarakat untuk lebih ketat dalam menjaga kesehatan , jaga jarak, sering cuci tangan dan tentunya mengurangi interaksi diluar rumah jika memang tidak penting. Semenjak maret 2020, Universitas Andalas telah memulai sistem perkuliahan secara daring(dalam jaringan), atau disebut kuliah online. Kuliah online ini hanyalah metode perkuliahan, yang mana mata kuliah dan proses belajarnya saja yang berbeda dari yang biasanya.

Kuliah daring adalah sistem perkuliahan yang memanfaatkan akses internet sebagai media pembelajaran yang dirancang dan ditampilkan dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau tulisan oleh pihak akademi/universitas.(wikipedia)

Semenjak pandemi covid-19, metode belajar online merupakan langkah alternatif terbaik sejauh ini demi berjalannya perkuliahan dikampus. Tentunya metode belajar online juga memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya :

 

A. Kelebihan kuliah daring

  1. Hemat Biaya Transportasi

Mahasiswa yang biasanya mesti datang langsung kekampus untuk mengikuti perkuliahan, namun sekarang tidak mesti datang kekampus lagi, secara otomatis biaya yang biasa dikeluarkan untuk beli bensin/ongkos transportasi umum tidak ada lagi.

 

  1. Hemat Waktu dan Tenaga

Tentunya waktu yang dihabiskan dengan kuliah secara tatap muka lebih banyak dibandingkan dengan kuliah daring, dikarenakan pergantian jam antara mata kuliah dengan mata kuliah yang lain terkadang memiliki jeda yang lama, sehingga mengharuskan untuk menunggu dikampus.

  

  1. lebih santai dan terhindar dari bising

Penerapan kuliah daring lebih terasa tenang, lebih santai bisa dilakukan dirumah, dikamar, dicafe atau dimanapun asalkan akses internet dan perangkat memadai.

 

B. Kelemahan belajar daring

  1. Wajib Akses Internet

Kuliah online sudah dipastikan membutuhkan akses internet, dengan berbagai mediator yang ada seperti laptop, ipad, smartphone, dll.

 

  1. Penyampaian dan Penerimaan Materi Tidak Maksimal

Proses belajar mengajar tidak selamanya mudah dimengerti oleh mahasiswa, apalagi jika prosesnya hanya dengan daring, tentunya tingkat fokus mahasiswa dan penerimaan materi yang disampaikan tidak lebih baik dari kuliah tatap muka.

 

  1. keterbatasan dalam praktek dan tanya jawab

Untuk mata kuliah teori memang tidak akan terlalu bermasalah jika dihadapkan dengan kuliah online, namun untuk mata kuliah praktek, maka kuliah online tidaklah menjadi solusi akan hal ini, dan dampak dari keadaan seperti ini, pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang materi kuliahnya tidak maksimal.

 

Jika ditarik kesimpulan, bahwasannya : metode kuliah online maupun metode kuliah tatap muka punya keunggulan dan kelemahan masing-masing yang mana penerapannya mesti dilihat dari kemaslahatan yang ada, serta kembali kepada tujuan dan target dari jenis mata kuliahnya.

 

Penulis : Beni Adri Yassin, S.Kom., MTCNA

03 September 2020

ANTARA CADAR & MASKER

A. Cadar

            Makna cadar di KBBI adalah kain penutup kepala atau muka bagi perempuan. Cadar digunakan oleh perempuan muslimah untuk melindungi dirinya dari pandangan lelaki yang bukan mahromnya. Cadar merupakan perintah Allah Azza Wajalla yang tertera pada syariat  agama islam yang ditujukan pengunaannya kepada kaum wanita tanpa membeda-bedakan apakah dia islam dari arab, maupun islam dari negara non arab. Adapaun soal hukum penggunaan cadar, ulama berbeda pendapat akan hukumnya, namun menimbang kemaslahatannya yang begitu besar, 4 imam mazhab menganjurkan bahkan ada yang mewajibkannya. Sebagian orang yang beragama islam ataupun kafir mengetahui dan menganggap bahwasannya cadar adalah budaya arab, padahal hal tersebut sangat bertentangan dengan budaya arab jaman jahiliyah, yang mana orang arab jahiliah tidaklah berhijab dan bercadar. Syariat Islam turun bukanlah untuk negeri arab saja, namun untuk diterapkan oleh semua manusia, tanpa terkecuali. Sungguh sangat disayangkan, diantara kebanyakan umat muslim mencela syariat cadar yang dikenakan dan ditujukan kepada kaum wanita yang menjalankannya. Secara pengamalan tentunya tidaklah sama antara niat memakai cadar karna  untuk gaya-gayaan dan niat memakai cadar karna menjalankan syariat islam.

 B. Masker

            Makna masker di KBBI adalah alat untuk menutup muka. Masker bukanlah hal asing dizaman sekarang, terutama disaat hampir setiap negara mendapatinya, yaitu hadirnya virus covid-19. Pada masa pandemi ini hampir setiap pemerintah diseluruh dunia menganjurkan, bahkan mewajibkan masyarakatnya untuk menggunakan masker ketika keluar rumah, pergi ketempat umum atau aktivitas lainnya. Tentunya secara pengamalan tidaklah sama niat memakai masker hanya karna terpaksa dengan niat memakai masker demi menjaga diri dari bahaya dan memberi bahaya kepada orang lain.

C. Cara agar penggunaan Cadar & Masker Bernilai Pahala disisi Allah Subhanahu Wata’ala

Penggunaan cadar:

  • Niatkan pemakaiannya karna mematuhi Syariat Islam yang telah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam
  • Cadar digunakan untuk membentengi diri perempuan muslimah dari pandangan laki-laki yang bukan mahromnya.
  • Adapun manfaat lainnya dizaman ini bagi muslimah adalah dengan menggunakan cadar yang berbahan tebal tentunya juga bisa menggantikan fungsi masker.

 Penggunaan Masker:

  1. Niatkan untuk mematuhi pemerintah dalam hal yang ma’ruf, yaitu wajibnya penggunaan masker ketika keluar rumah & saat interaksi dengan orang lain.
  2. matuhi protokol kesehatan demi membentengi diri dan memutus mata rantai penyebaran virus covid-19
  3. Adapun manfaat lainnya yang mana jika ada wanita muslimah yang masih baru belajar untuk menutup wajahnya, namun terkendala lingkungan ataupun belum percaya diri maka, penggunaan masker bisa menjadi solusi ganda sementara sampai benar-benar mantap menggunakan cadar.

D. Point Penting Dalam Pembahasan Cadar dan Masker

  1. Adanya wabah covid-19 ini terbukti dan terbantahkanlah argumentasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan ucapannya selama ini yang mengatakan bahwa wanita yang menutup wajah dengan cadar adalah radikal, ciri-ciri teroris dan sebagainya. Maka jika demikian tentulah dizaman sekarang hampir semua orang baik laki-laki maupun perempuan menutup wajahnya bisa disebut radikal, teroris atau semacamnya.
  2. Jika karna wanita menutup wajahnya dengan cadar demi menjaga diri dan agamanya agar laki-laki yang bukan mahrom tidak terfitnah, dilarang atau dicela sebagian orang, maka ini tidaklah benar, karna setiap orang yang beragama diperbolehkan menjalankan syariat agamanya dengan benar sesuai dengan aturan undang undang yang berlaku dinegara tersebut.
  3. Begitu juga dengan penggunaan masker yang dizaman ini sudah hampir menyeluruh, maka tidak ada hak dan kewenangan juga bagi orang lain untuk melarang ataupun mencela karna, orang-orang menggunakan masker karna mematuhi pemerintah, menjaga diri dan tidak memberikan mudarat kepada orang lain.

 Jika disimpulkan :

Memakai cadar dan memakai masker memiliki peran dan  pengaruh yang besar dalam pandangan syariat islam.

 

Disusun Oleh :

Beni Adri Yassin, S.Kom

Staf Teknologi Informasi UPT Perpustakaan Universitas Andalas

 Pembahasan Mendalam seputar cadar dapat dipelajari pada link berikut:

https://muslim.or.id/6207-hukum-memakai-cadar-dalam-pandangan-4-madzhab.html

09 Juli 2020

Sejak kebijakan SE MenPANRB dab Mendikbud tentang kebijakan bekerja dan belajar dari rumah guna mengantisipasi pencegahan penyebaran wabah Covid-19, seluruh kegiatan perkuliahan dan aktifitas administrasi di perguruan tinggi dilaksanakan di rumah dan secara daring. Akibatnya akses mahasiswa dan dosen ke sumber informasi, seperti perpustakaan, menjadi terbatas. Seluruh koleksi fisik yang ada di perpustakaan tidak bisa dimanfaatkan informasinya oleh civitas akademika.

Kondisi ini berpengaruh terhadap penulisan tugas akhir, karena mahasiswa kesulitan dalam mencari sumber referensi. Pengaruhnya terlihat pada saat wisuda periode ke-2 Unand yang dilaksanakan pada bulan Juni 2020 yang lalu. Ternyata sebagian besar peserta wisuda menyelesaikan tugas akhirnya sebelum masa pandemi. Hanya sebagian kecil yang menyelesaikan proses tugas akhirnya pada saat pandemi mewabah, atau saat menjalani kuliah daring. Kondisi ini wajar saja terjadi, karena mereka tidak bisa mengakses koleksi tugas akhir di perpustakaan yang akan dijadikan sebagai rujukan.

Satu-satunya koleksi yang memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa adalah e-resources, yang tersedia secara daring. Untuk koleksi tugas akhir (skripsi, tesis dan disertasi) tersimpan di dalam repository perguruan tinggi. Akan tetapi tidak semua repository perguruan tinggi yang ada di Indonesia, informasinya bisa diakses dan diunduh secara penuh, baik oleh civitas akademikanya sendiri, maupun oleh orang lain di luar kampus. Sebagian besar perguruan tinggi masih menerapkan akses tertutup dan terbatas.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis, sampai dengan saat ini perguruan tinggi yang sudah menerapkan open access (akses terbuka), dengan mengizinkan pengunjung untuk bisa mengakses dan mengunduh informasi yang mereka miliki di dalam repository secara penuh adalah:

- IPB (https://repository.ipb.ac.id)

- USU (http://repository.usu.ac.id)

- Ubaya (http://repository.ubaya.ac.id)

- Unsyiah (https://etd.unsyiah.ac.id)

- UIN Suska Riau (https://repository.uin-suska.ac.id)

- Univ. Jember (http://repository.unej.ac.id)

- UIN Malang (http://etheses.uin-malang.ac.id)

- UIN Surabaya (http://digilib.uinsby.ac.id)

- UIN Walisongo (http://eprints.walisongo.ac.id)

- IAIN Bengkulu (http://repository.iainbengkulu.ac.id)

- IAIN Surakarta (http://eprints.iain-surakarta.ac.id)

- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (http://repository.uinjkt.ac.id)

Ternyata sebagian besar perguruan tinggi yang menerapkan layanan repository open access berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Sedangkan perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbud mayoritas masih menerapkan akses tertutup dan akses terbatas.

Koleksi yang tersimpan di dalam repository perguruan tinggi yang ada pada daftar tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh semua orang. Oleh karena itu bagi mahasiswa yang kesulitan dalam mencari sumber referensi dapat memanfaatkan informasi yang terkandung di dalam repository tersebut, guna mengatasi keterbatasan sumber informasi saat menjalani kuliah daring.

Halaman 1 dari 3