Memanfaatkan Open Access Australasia Guna Mencari Sumber Referensi Ilmiah

26 November 2021

Pada tahun 2013 yang lalu para pegiat Open Access di Australia telah mendirikan Australian Open Access Support Group (AOASG). Grup ini dibuat bertujuan untuk membuat hasil penelitian Australasia terbuka untuk semua. Pada tahun 2015, dengan penambahan anggota dari Selandia Baru dan perubahan fokus, AOASG berubah menjadi Australasian Open Access Strategy Group, dan pada tahun 2021 ini kembali berubah menjadi Open Access Australasia (OAA).

Grup ini mendukung semua model akses terbuka, khususnya F.A.I.R. Access Policy Statement untuk hasil penelitian agar dapat ditemukan, diakses, dioperasikan, dan digunakan kembali, serta memastikan mereka dapat menjadi bagian dari ekosistem penelitian global.

OAA berkomitmen untuk mengadvokasi dan meningkatkan kesadaran akan akses terbuka di Australia dan Selandia Baru melalui kolaborasi secara regional dan internasional. Melalui situsnya, https://oaaustralasia.org, kita bisa mendapatkan sumber informasi resmi tentang semua aspek akses terbuka di Australia dan Selandia Baru, terutama akses terbuka ke publikasi, penelitian - pracetak, artikel ilmiah yang ditinjau sejawat, buku, monografi, dan tesis (etd).

Berdasarkan data di situs resminya, sampai dengan saat ini Open Access Australasia telah menggandengn sebanyak 28 universitas di seluruh Australia dan Selandia Baru, serta cabang Creative Commons Australia, Tohatoha Aotearoa Commons, ALIA, Aliansi Digital Australia, dan Wikimedia Australia.

OAA menyediakan beberapa direktori open access berdasarkan jenisnya, yaitu: open repositories (repositori PT), open journal (ejurnal), open book publishing (ebook), open policies, statements, funder policies, dan guidelines. E-resources yang ada di dalam direktori tersebut sebagian besar bisa kita peroleh dalam bentuk fulltext.

Berdasarkan pengamatan penulis, cukup banyak koleksi-koleksi baik dalam bentuk ejournal, ethesis, maupun ebook tentang Indonesia di portal OAA tersebut. Baik penelitian yang dilakukan mahasiswa asing tentang Indonesia, maupun yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia yang memang banyak kuliah di PT Australia.

Satu lagi yang menarik adalah, beberapa perguruan tinggi di Australia melaui portal OAA juga menyediakan akses terbuka terhadap data-data penelitian yang mereka miliki, seperti Charles Darwin University (CDU), Curtin University, Flinders University, Griffith University, Queensland University of Technology (QUT) dll. Menarik bukan?

Portal ini sangat layak untuk dijadikan sebagai salah satu rujukan dalam mencari sumber referensi ilmiah bagi mahasiswa dan dosen. Ayo tunggu apa lagi, segera akses Open Access Australasia untuk mendapatkan berbagai macam e-resources yang disajikaannya guna mendukung penelitian dan penulisan karya ilmiah, melalui situsnya: https://oaaustralasia.org/directories/

Read 1294 times Last modified on Jumat, 26 November 2021 10:26