24 Januari 2018

Sejak 2 tahun di UPT Perpustakaan Unand telah berdiri Pojok Bank Indonesia (BI Corner). Keberadaannya berkat kerjasama antara Universitas Andalas dan Bank Indonesia. BI Corner berada di lantai 2 Gedung UPT Perpustakaan Unand. Seluruh fasilitasnya bisa dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung perpustakaan.

Pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2017, tim dari Bank Indonesia mengunjungi UPT Perpustakaan Unand, yang diwakili oleh Alex Zulkarnain (Project Manager Riset), Retno Treswandi (Koordinator Riset), dan Triaji Adisaputro (Anggota). Tujuan mereka berkunjung dalam rangka riset tentang evaluasi keberadaan BI Corner di seluruh Indonesia. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos dan beberapa orang staf perpustakaan.

Menurut Retno Treswandi, koordinator riset, saat ini ada 35 BI Corner yang tersebar di seluruh Indonesia. Perpustakaan Unand merupakan salah satu dari 5 lokasi riset yang akan dikunjungi di luar pulau Jawa. Ditambahkannya lagi, metode riset yang akan mereka lakukan adalah dengan melakukan interview terhadap salah seorang staf perpustakaan, volunter yang bertugas mengelola BI Corner, dan salah seorang pengunjung, serta membagikan angket kepada beberapa orang pengunjung.

Staf perpustakaan Unand yang diwawancarai, diwakili oleh Andi Saputra, M.Kom. Dalam wawancara tersebut beliau mengharapkan “hasil dari riset ini bisa meningkatkan kualitas BI Corner, sehingga keberadaannya bisa lebih bermanfaat bagi pengunjung perpustakaan.” (AS)

24 Januari 2018

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini UPT Perpustakaan Unand kembali membuka diri untuk dijadikan sebagai tempat magang bagi mahasiswa program studi ilmu perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi. Ada 2 perguruan tinggi yang mengajukan permohonan mahasiswanya untuk magang, yaitu program studi D3 Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang dan Program Studi D3 Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang (UNP).

Dari UNP mengirimkan sebanyak 6 orang mahasiswanya, yang diantar langsung oleh dosen pembimbingnya, Malta Nelisa, M.Hum. pada minggu pertama Januari 2018 yang lalu. Tidak lama berselang Lailatul Rahmi, M.Hum, dosen Ilmu Perpustakaan UIN Imam Bonjol juga mengantarkan mahasiswa bimbingannya untuk magang di UPT Perpustakaan Unand sebanyak 13 orang. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos., dan Iswadi Syahrial Nupin, S.Sos. selaku pendamping selama mereka magang.

Dengan kedatangan mereka, berarti saat ini ada 19 orang mahasiswa magang di UPT Perpustakaan Unand. Jumlah tersebut paling banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 1 bulan. Dalam jangka waktu tersebut mereka akan bertugas layaknya staf perpustakaan. Mereka akan bertugas secara bergiliran di setiap bidang/unit yang ada di UPT Perpustakaan Unand.

23 Januari 2018

Pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2017, UPT Perpustakaan Unand untuk kesekian kalinya menjadi dikunjungi oleh mahasiswa dari perguruan tinggi luar Sumatera Barat. Tamu kali ini berasal Sekolah Tinggi Agama Islam Ar Ridho Bagansiapiapi, Kab. Rokan Hilir, Riau. Rombongan yang terdiri dari 35 orang mahasiswa dan 5 orang dosen pendamping tersebut melakukan studi banding perpustakaan. Menurut ibu Surya Dharma, yang bertindak sebagai kepala rombongan, mahasiswa yang ikut studi banding berasal dari program studi Manajemen Pendidikan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari mata kuliah Manajemen Perpustakaan yang baru saja selesai diikuti oleh mahasiswa peserta studi banding.

Dalam acara penyambutan, yang dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Perpustakaan, mereka disambut oleh kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos. dan Andi Saputra, M.Kom. Dalam sambutannya, Drs. Yasir, S.Sos. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rombongan yang datang karena telah menjadikan Perpustakaan Unand sebagai salah satu referensi dalam tata kelola perpustakaan. Selain itu beliau juga berharap dengan adanya kunjungan ini akan terjalin kerjasama di berbagai bidang di masa yang akan datang.

Sebelum berkeliling mengunjungi unit-unit yang ada di perpustakaan, tamu disuguhi dengan tayangan profil UPT Perpustakaan Unand dan juga diikuti dengan tanya jawab terkait dengan informasi koleksi, anggota, pengunjung serta manajemen perpustakaan Unand yang dipandu oleh Andi Saputra, M.Kom.

Dalam kunjungan kali ini, selain ke Perpustakaan Unand, Mahasiswa STAI Ar Ridho juga berkunjung ke Perpustakaan Universitas Negeri Padang, dan menikmati keindahan wisata Kota Padang tentunya.

19 Januari 2018

Pada bulan Oktober 2017 yang lalu Scopus, pangkalan data milik Elsevier yang memuat abstrak dan sitiran artikel jurnal ilmiah, telah mengeluarkan daftar index journal ilmiah internasional, yang biasanya diterbitkan/diperbaharui 3 kali dalam 1 tahun. Dari daftar tersebut ada 23.507 jurnal yang statusnya masih aktif dari total 36.832 jurnal. Diterbitkan oleh penerbit dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia.

Sebagaimana kita ketahui, daftar index yang dikeluarkan oleh Scopus menjadi standar rujukan jurnal internasional yang bereputasi. Seluruh jurnal yang terindex Scopus otomatis akan masuk ke dalam kategori 1 SINTA, sistem informasi penelitian berbasis web layaknya Scopus, yang diprakarsai oleh Direktur Jenderal Penguatan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Dikti Republik Indonesia.

Kalau dilihat dari negara asal penerbit, jurnal yang banyak terindex scopus berasal dari negara Amerika Serikat (United State) sebanyak 6.116 jurnal, dan di tempat kedua negara Inggris (United Kingdom) sebanyak 5.412 jurnal. Untuk wilayah Asia, terbitan terbanyak berasal dari negara China, disusul oleh India dan Jepang.

Lantas dimana posisi Indonesia? Ternyata baru 30 jurnal dari Indonesia yang terindex Scopus. Kita masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Untuk wilayah  Asia Tenggara, terbitan terbanyak berasal dari negara Singapura dengan 113 jurnal, disusul oleh Malaysia 80 jurnal. Kita hanya sedikit unggul dari Thailand yang baru 27 jurnalnya terindex Scopus.

Sebagian besar jurnal terbitan Indonesia berasal dari perguruan tinggi ternama di pulau Jawa, seperti ITB, UI, UGM dan IPB, serta IAES (Institute of Advanced Engineering and Science), komunitas peneliti perguruan tinggi dan lembaga riset yang berkolaborasi dalam melakukan penelitian. Sedangkan untuk perguruan tinggi di luar pulau Jawa belum ada satupun jurnalnya yang terindex scopus.