30 Oktober 2017

Pada hari Senin, 30 Oktober 2017, Perpustakaan Unand kedatangan tamu dari pimpinan beberapa Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Para tamu tersebut terdiri dari Wiji Suwarno, S.Pdi, M.IIP (Kepala Perpustakaan IAIN Salatiga), Zulfitri, MA (Kepala Perpustakaan UIN Imam Bonjol) dan Armizawati, S.IP (Kepala Perpustakaan IAIN Batusangkar). Sebelum datang ke kampus Unand, para tamu terlebih dahulu mengikuti Seminar Evaluasi Diri Peguruan Tinggi dalam Menghadapi Akreditasi Perpustakaan di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, dengan nara sumber Wiji Suwarno, S.Pdi, M.IIP (Kepala Perpustakaan IAIN Salatiga). Kegiatan seminar yang diikuti oleh pimpinan perpustakaan perguruan tinggi di Sumatera Barat tersebut juga diikuti oleh Kepala Perpustakaan Unand, Bapak Drs. Yasir, S.Sos dan stafnya Andi Saputra, M.Kom.

23 Oktober 2017

Pada pertengahan bulan Oktober 2017 ini, kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos didampingi oleh beberapa orang staf melakukan serangkaian kunjungan kerja ke perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat. Rangkaian kunjungan yang berlangsung selama 2 hari ini bertujuan untuk menjalin kerjasama antar perpustakaan perguruan tinggi. Kunjungan diawali ke Perpustakaan Universitas Putra Indonesia (UPI-YPTK), yang diberi nama Andalusia Library and Knowledge Center. Pak Yasir, yang didampingi oleh stafnya, Andi Saputra dan  Dian Budiarti, disambut oleh Muhammad Fadli, M.Ikom, Kepala Perpustakaan UPI-YPTK yang juga didampingi oleh beberapa orang stafnya di ruang pertemuan.

23 Oktober 2017

Kriteria buku sumbangan mahasiswa Universitas Andalas adalah:

  1. Jenis koleksi yang disumbangkan harus buku teks, bukan majalah, jurnal, prosiding dan terbitan pemerintah;
  2. Buku yang disumbangkan harus asli/tidak foto copi dan layak pakai (tidak dicoret-coret atau robek);
  3. Buku yang disumbangkan minimal terbitan tahun 2010.
  4. Buku yang disumbangkan diutamakan buku referensi mata kuliah yang diajarkan di jurusan/program studi masing-masing
  5. Khusus untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya diperbolehkan menyumbangkan novel atau ontologi puisi.
  6. Khusus untuk mahasiswa yang akan diwisuda tahun 2017, diperbolehkan menyumbangkan buku yang ada di daftar berikut : Rekomendasi buku sumbangan
25 Agustus 2017

Memasuki tahun akademik 2017/2018 ini Universitas Andalas kedatangan sebanyak 6.597 orang mahasiswa baru dari semua jenjang studi yang tersebar di 16 fakultas. Masuknya mahasiswa tersebut otomatis juga menambah jumlah anggota perpustakaan. Karena seluruh mahasiswa baru otomatis menjadi anggota perpusakaan. Akan tetapi bagi mereka yang akan melakukan transaksi peminjaman buku, diharuskan melakukan aktivasi di ruang Tata Usaha terlebih dahulu.

Tingginya Antusiasme Mahasiswa Baru

Sampai dengan saat ini dari total 6.579 mahasiswa baru, sebanyak 3.513 orang (53%) sudah melakukan aktivasi keanggotaan di perpustakaan. Jumlah tersebut tergolong cukup banyak. Bahkan untuk mahasiswa S1 saja sudah 64% yang malakukan aktivasi. Padahal total jumlah mahasiswa tersebut juga termasuk yang di Kampus II Payakumbuh dan Kampus III Dharmasraya. Kalau untuk mahasiswa yang kuliah di kampus Limau Manis saja persentasinya sudah mendekati 75%. Disamping itu kehadiran mahasiswa baru juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan. Dari yang rata-rata hanya sekitar 2.000 orang perhari, pada 2 minggu pertama perkuliahan ini langsung meningkat drastis di atas 3.000 orang per hari. Hampir separo dari pengunjung tersebut berasal dari mahasiswa baru. Tidak hanya jumlah kunjungan, jumlah peminjaman buku pun meningkat drastis. Berdasarkan data dari pangkalan database perpustakaan, selama 2 minggu ini total mahasiswa baru melakukan peminjaman buku sebanyak 3.677 eksemplar dari total 7.723 eksemplar koleksi yang dipinjam. Artinya hampir separo dari jumlah peminjam berasal dari mahasiswa baru. Antusiasme mahasiswa baru juga nampak dari suasana perpustakaan, setiap lantai ramai oleh pengunjung, ada yang membaca buku, mengerjakan tugas, diskusi, atau hanya sekedar ngobrol atau nongkrong di perpustakaan. Tingginya antusiasme mereka patut diacungi jempol. Artinya para mahasiswa baru tersebut sudah mulai menyadari pentingnya fungsi perpustakaan sebagai jantungnya sebuah perguruan tinggi, dengan tugas dan fungsinya untuk menunjang proses tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) (Sutarno, N.S., 2006).

 

Pentingnya Bimbingan Pemustaka

Tingginya antusiasme mahasiswa baru ternyata membuat kondisi perpustakaan berubah drastis. Suasana ruang baca sedikit bising karena saking ramainya pengunjung. Buku-buku di rak yang awalnya tertata rapi, menjadi berantakan dan berpindah tempat, tidak sesuai dengan klasifikasinya. Pustakawan menjadi lebih sibuk dalam memandu dan melayani pertanyaan-pertanyaan pengunjung. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi, karena sebagian besar mahasiswa baru tersebut merupakan pengunjung baru yang belum terbiasa dengan sistem layanan perpustakaan. Perbedaan yang mencolok antara perpustakaan sekolah dengan perpustakaan perguruan tinggi, jumlah koleksi dan luas ruangan yang jauh benyak dan luas, membuat mereka ingin mengekplorasi seluruh fasilitas dan layanan yang tersedia. Disinilah pentingnya bimbingan pemustaka. Setiap anggota baru perpustakaan jamaknya harus diberikan bimbingan terlebih dahulu sebelum mereka memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pengetahuan tentang cara penelusuran informasi, pencarian dan pengambilan koleksi di rak, peminjaman dan perpanjangan koleksi, serta pengembalian koleksi. Serta layanan lainnya yang tersedia di perpustakaan. Apalagi saat ini UPT Perpustakaan Universitas Andalas sudah menerapkan sistem automasi dalam manajemen perpustakaan di hampir seluruh bidang. Hal ini sangat penting dilakukan agar pengunjung bisa dengan cepat dan tepat menemukan koleksi yang dibutuhkan, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga (Soetarno, N.S., 2005). Disamping itu suasana di perpustakaan bisa menjadi lebih tertib dan teratur.

Antusiasme Berbuah Petaka

Selain bimbingan pemanfaatan koleksi, yang tak kalah pentingnya adalah membekali pengunjung dengan pengetahuan tentang tata tertib dan sangsi yang berlaku di perpustakaan. Disiplin merupakan persoalan yang masih menjadi momok bagi UPT Perpustakaan Universitas Andalas sampai dengan saat ini. Terutama dalam hal disiplin pengembalian pinjaman. Dalam 3 tahun terakhir, berdasarkan hasil penelitian Andi Saputra (2017), tentang Tingkat Disiplin Anggota dalam Melakukan Peminjaman, ditemukan bahwasanya 41% pinjaman, dari rata-rata total 65.772 transaksi per tahun, terlambat dikembalikan. Bahkan ada yang terlambat mengembalikan koleksi sampai bertahun-tahun, dengan denda mencapai Rp. 3 juta. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata sebagian besar keterlambatan tersebut terjadi pada mahasiswa yang meminjam koleksi di tahun pertama perkuliahan. Oleh karena itu perlu dilakukan bimbingan dan sosialisasi untuk mahasiswa baru di awal-awal perkuliahan tentang tata cara pemanfaatan fasilitas, dan tata tertib yang ada di perpustakaan. Supaya mereka mendapatkan informasi dengan waktu yang cepat dan cara yang tepat. Dan yang tak kalah pentingnya adalah menjaga agar antusiasme mereka untuk berkunjung ke perpustakaan tidak berbuah petaka, karena lalai dalam melakukan pengembalian buku yang dipinjam (Andi Saputra).

Halaman 2 dari 5