24 Januari 2018
Rate this item
(0 votes)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini UPT Perpustakaan Unand kembali membuka diri untuk dijadikan sebagai tempat magang bagi mahasiswa program studi ilmu perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi. Ada 2 perguruan tinggi yang mengajukan permohonan mahasiswanya untuk magang, yaitu program studi D3 Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang dan Program Studi D3 Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang (UNP).

Dari UNP mengirimkan sebanyak 6 orang mahasiswanya, yang diantar langsung oleh dosen pembimbingnya, Malta Nelisa, M.Hum. pada minggu pertama Januari 2018 yang lalu. Tidak lama berselang Lailatul Rahmi, M.Hum, dosen Ilmu Perpustakaan UIN Imam Bonjol juga mengantarkan mahasiswa bimbingannya untuk magang di UPT Perpustakaan Unand sebanyak 13 orang. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos., dan Iswadi Syahrial Nupin, S.Sos. selaku pendamping selama mereka magang.

Dengan kedatangan mereka, berarti saat ini ada 19 orang mahasiswa magang di UPT Perpustakaan Unand. Jumlah tersebut paling banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 1 bulan. Dalam jangka waktu tersebut mereka akan bertugas layaknya staf perpustakaan. Mereka akan bertugas secara bergiliran di setiap bidang/unit yang ada di UPT Perpustakaan Unand.

23 Januari 2018
Rate this item
(0 votes)

Pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2017, UPT Perpustakaan Unand untuk kesekian kalinya menjadi dikunjungi oleh mahasiswa dari perguruan tinggi luar Sumatera Barat. Tamu kali ini berasal Sekolah Tinggi Agama Islam Ar Ridho Bagansiapiapi, Kab. Rokan Hilir, Riau. Rombongan yang terdiri dari 35 orang mahasiswa dan 5 orang dosen pendamping tersebut melakukan studi banding perpustakaan. Menurut ibu Surya Dharma, yang bertindak sebagai kepala rombongan, mahasiswa yang ikut studi banding berasal dari program studi Manajemen Pendidikan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari mata kuliah Manajemen Perpustakaan yang baru saja selesai diikuti oleh mahasiswa peserta studi banding.

Dalam acara penyambutan, yang dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Perpustakaan, mereka disambut oleh kepala UPT Perpustakaan Unand, Drs. Yasir, S.Sos. dan Andi Saputra, M.Kom. Dalam sambutannya, Drs. Yasir, S.Sos. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rombongan yang datang karena telah menjadikan Perpustakaan Unand sebagai salah satu referensi dalam tata kelola perpustakaan. Selain itu beliau juga berharap dengan adanya kunjungan ini akan terjalin kerjasama di berbagai bidang di masa yang akan datang.

Sebelum berkeliling mengunjungi unit-unit yang ada di perpustakaan, tamu disuguhi dengan tayangan profil UPT Perpustakaan Unand dan juga diikuti dengan tanya jawab terkait dengan informasi koleksi, anggota, pengunjung serta manajemen perpustakaan Unand yang dipandu oleh Andi Saputra, M.Kom.

Dalam kunjungan kali ini, selain ke Perpustakaan Unand, Mahasiswa STAI Ar Ridho juga berkunjung ke Perpustakaan Universitas Negeri Padang, dan menikmati keindahan wisata Kota Padang tentunya.

19 Januari 2018
Rate this item
(0 votes)

Pada bulan Oktober 2017 yang lalu Scopus, pangkalan data milik Elsevier yang memuat abstrak dan sitiran artikel jurnal ilmiah, telah mengeluarkan daftar index journal ilmiah internasional, yang biasanya diterbitkan/diperbaharui 3 kali dalam 1 tahun. Dari daftar tersebut ada 23.507 jurnal yang statusnya masih aktif dari total 36.832 jurnal. Diterbitkan oleh penerbit dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia.

Sebagaimana kita ketahui, daftar index yang dikeluarkan oleh Scopus menjadi standar rujukan jurnal internasional yang bereputasi. Seluruh jurnal yang terindex Scopus otomatis akan masuk ke dalam kategori 1 SINTA, sistem informasi penelitian berbasis web layaknya Scopus, yang diprakarsai oleh Direktur Jenderal Penguatan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Dikti Republik Indonesia.

Kalau dilihat dari negara asal penerbit, jurnal yang banyak terindex scopus berasal dari negara Amerika Serikat (United State) sebanyak 6.116 jurnal, dan di tempat kedua negara Inggris (United Kingdom) sebanyak 5.412 jurnal. Untuk wilayah Asia, terbitan terbanyak berasal dari negara China, disusul oleh India dan Jepang.

Lantas dimana posisi Indonesia? Ternyata baru 30 jurnal dari Indonesia yang terindex Scopus. Kita masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Untuk wilayah  Asia Tenggara, terbitan terbanyak berasal dari negara Singapura dengan 113 jurnal, disusul oleh Malaysia 80 jurnal. Kita hanya sedikit unggul dari Thailand yang baru 27 jurnalnya terindex Scopus.

Sebagian besar jurnal terbitan Indonesia berasal dari perguruan tinggi ternama di pulau Jawa, seperti ITB, UI, UGM dan IPB, serta IAES (Institute of Advanced Engineering and Science), komunitas peneliti perguruan tinggi dan lembaga riset yang berkolaborasi dalam melakukan penelitian. Sedangkan untuk perguruan tinggi di luar pulau Jawa belum ada satupun jurnalnya yang terindex scopus.

18 Januari 2018
Rate this item
(0 votes)

User oriented, merupakan salah satu landasan dalam pengembangan perpustakaan di era teknologi informasi saat ini. Teknologi informasi telah merubah perilaku pemustaka dalam memperoleh informasi secara drastis. Begitu juga dengan perilaku pengunjung yang datang ke perpustakaan juga mengalami perubahan. Digitalisasi perpustakaan telah menuntut pustakawan dan pengelola perpustakaan berbenah untuk menyesuaikan fasilitas yang ada di perpustakaan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pemustaka. Untuk menjawab tantangan tersebut. UPT Perpustakaan Unand telah melakukan penelitian terhadap orientasi pengunjung datang ke perpustakaan di jaman now. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk menentukan skala prioritas pengembangan layanan perpustakaan berdasarkan kebutuhan pemustaka.

Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 100 orang pengunjung perpustakaan. Responden diberi kebebasan untuk memilih lebih dari satu jawaban. Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata 76% pengunjung datang ke perpustakaan untuk belajar mandiri/mengerjakan tugas. Lebih banyak dibandingkan mereka yang memilih meminjam/mengembalikan buku, layanan konvensional perpustakaan, yang hanya 68%. Berikutnya sesuai karakteristik di jaman digital, 55% pengunjung datang untuk memanfaatkan layanan internet gratis. Sedangkan untuk layanan lain, seperti koleksi cadangan, referensi, lokal konten, surat bebas pustaka jumlahnya tidak lebih dari 25%.

Disamping itu hal yang menarik disimpulkan adalah pengunjung yang datang meminjam buku juga memilih belajar mandiri/mengerjakan tugas. Dapat disimpulkan bahwasanya pengunjung saat ini membutuhkan ruang belajar yang representatif, aman, nyaman dan dekat dari sumber belajar, seperti akses internet dan buku sebagai sumber referensi.

Research Databases

« May 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31