Items filtered by date: September 2016
21 September 2016 In Berita dan Peristiwa

Dalam rangka Hari Minat Baca Buku sedunia yang jatuh pada tanggal 25 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Minangkabau Corner dan Perpustakaan Universitas Andalas mengadakan "Lomba Desain Poster Bertemakan Minat Baca Mahasiswa"dengan total hadiah Rp6.000.000 untuk 3 orang pemenang. Berikut syarat dan ketentuan lomba:

Persyaratan:

  1. Peserta adalah mahasiswa Universitas Andalas yang aktif dan terdaftar pada semester ganjil TA 2016/2017.
  2. Masing-masing peserta dapat mendaftarkan maksimal 2 jenis karya disain poster kepada panitia.
  3. Masing-masing disain poster yang didaftarkan oleh satu orang peserta harus memiliki perbedaan dalam hal ukuran kertas dan disain.
  4. Peserta menyerahkan masing-masing karya poster dalam bentuk hard copy dan soft copy;
    1. Hard copy: Masing-masing poster dicetak sebanyak 2 rangkap di atas kertas yang berukuran: (1) 16R (40,64 x 50,8 cm) (P/L) atau (2) 20R (50,8 x 60,96 cm) (P/L)
    2. Soft copy: Peserta menyerahkan soft copy karya poster yang disimpan dalam file (JPEG dan GIF) dan master disain karyanya dalam program yang digunakan (photoshop, corelDraw atau lainnya). Material softcopy disimpan di dalam sebuah cd/dvd dan diserahkan kepada panitia.
  5. Masing-masing karya disain poster berbentuk 2D / 3D.
  6. Tema poster “Minat Baca Mahasiswa”.
  7. Seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan Panitia.
  8. Pendaftaran dapat dilakukan di sekretariat lomba: Minangkabau corner atau Ruang Automasi UPT Perpustakaan Universitas Andalas Lt. 3, Kampus UNAND Limau Manih Padang dengan membayar biaya pendaftaran peserta Rp. 50.000.- (Lima puluh ribu rupiah) per karya.
  9. Semua berkas pendaftaran (form R1, R2, R3 dan bukti bayar) harus diserahkan kembali kepada Panitia Lomba Poster, pada hari dan jam kerja sebelum tanggal pendaftaran ditutup.
  10. Apabila berkas-berkas pendaftaran dan karya poster tidak dikembalikan dan diserahkan hingga batas waktu pendaftaran, maka panitia akan mendiskualifikasi peserta dari lomba.
  11. Peserta menjelaskan ide dan gagasan karya yang diciptakannya dalam sebuah karangan ringkas maksimal 1 halaman kuarto, lengkap dengan sumber gambar (apabila ada).
  12. Peserta yang melanggar poin 1 sampai 11 akan didiskualifikasi dari lomba.
  13. Peserta dan atau pemenang yang didiskualifikasi wajib mengembalikan hadiah lomba kepada panitia lomba.

Petunjuk Teknis

  1. Masing-masing peserta dapat mengikut sertakan maksimal 2 (dua) karya poster.
  2. Setiap poster yang didaftarkan dalam lomba memiliki perbedaan dalam hal ukuran kertas dan disain,
  3. Content atau isi poster tidak mengandung hal-hal yang kontroversial, tidak berbau politik dan tidak menyinggung dan atau melecehkan suku, agama, dan ras tertentu.
  4. Peserta dapat mendaftarkan diri beserta karyanya langsung ke panitia lomba di sekretariat panitia yang tertera di pengumuman ini.
  5. Peserta wajib mengisi, menandatangani dan menyerahkan kembali semua berkas pendaftaran (form R1, R2, R3 dan bukti bayar) kepada panitia lomba sebagai tanda keikutsertaan dalam lomba.
  6. Pendaftaran lomba dibuka pada tanggal 15 September 2016 dan ditutup tanggal 20 Oktober 2016 pukul 16.00 WIB.
  7. Semua persyaratan pendaftaran yang tidak lengkap, tidak akan ditindaklanjuti.
  8. Peserta dianggap gugur apabila:
    a.    Mengundurkan diri,
    b.    Karya disain poster yang diikutsertakan dalam lomba dikembalikan karena tidak sesuai dengan ketetapan lomba,
    c.    Didiskualifikasi dari lomba,
  9. Peserta dapat mengajukan pengunduran diri dari lomba sebelum masa pendaftaran berakhir.
  10. Pengunduran diri dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan alasan yang jelas.
  11. Agar tidak terjadi pelanggaran hak cipta, peserta wajib menyertakan keterangan sumber gambar, simbol atau lainnya yang dipergunakan dalam disain, semua informasi tersebut tertera dalam karya tulis peserta.
  12. Panitia akan mendiskualifikasi peserta apabila ditemukan pelanggaran hak cipta dalam karya poster yang diikutsertakan.
  13. Semua biaya yang dikeluarkan untuk karya poster, sepenuhnya menjadi tanggungan peserta.
  14. Biaya pendaftaran tidak dapat dikembalikan.
  15. Setiap karya yang telah memenuhi kriteria penilaian yang ada di dalam petunjuk pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Lomba, sepenuhnya menjadi milik panitia,
  16. Kriteria Penilaian: Poin penilaian 1 – 100 poin, dengan rincian:
    a.    Kreatifitas dalam menuangkan ide dan gagasan (nilai makasimal 35%)
    b.    Estetika dan keseimbangan (warna, gambar dan teks), nilai maksimal 35%
    c.     Penggunaan bahasa dan ketersampaian pesan (nilai maksimal) 30%
  17. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  18. Pemenang akan diumumkan melalui web Perpustakaan Unand

    http://pustaka.unand.ac.id

  Blangko dan Formulir Berkas Pendaftaran (R1, R2, dan R3) Dapat
  Didownload
Pada Menu Download Attachments Di Bawah :

20 September 2016 In Iswadi Syahrial Nupin

Pada tanggal 6 sampai dengan 9 Oktober 2015 telah diadakan Kongres Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) yang ketigabelas di Padang, Sumatera Barat. Kongres IPI tersebut dihadiri oleh para pengurus IPI Pusat maupun Daerah. Di sela Kongres IPI itu diadakan pula seminar yang bermanfaat untuk menyegarkan kembali pemikiran pustakawan tentang pentingnya “mengkolaborasikan” antara kepustakawanan dengan Teknologi Informasi sehingga dapat mewujudkan Perpustakaan Digital yang ideal dan mampu menjadi sumber rujukan bagi pemustaka.

 

Salah seorang nara sumber yang mempresentasikan kertas kerjanya dalam seminar adalah Ngian Lek Choh. Ngian Lek Choh adalah Konsultan Perpustakaan Nasional Singapura dan Ketua Cyber Librarian sebuah perusahaan Perpustakaan Nasional Singapura yang juga menjual jasa konsultasi perpustakaan kepada yang membutuhkan. Dalam berdialog dengan beliau dijelaskan bahwa sebagai pustakawan siber, pustakawan dituntut mampu mengetahui sumber rujukan, mampu mengorganisasikan sumber rujukan dan menyebarluaskan informasi yang tersedia kepada pemustaka yang membutuhkannya. Sebagai konsultan perpustakaan, beliau menyarankan agar melakukan pencarian informasi melalui http://search.nlb.gov.sg/, untuk menemukan e-resorces baik dalam bentuk jurnal dan buku yang terdigitasi.

 

Cybrarian atau Cyber Librarian adalah terminologi baru dalam dunia perpustakaan. Istilah Cyber Librarian ini muncul manakala implementasi Teknologi Informasi semakin didayagunakan dalam pelayanan perpustakaan. Secara definisi, dapat dikatakan bahwa Cyber Librarian adalah pustakawan yang bekerja pada bidang layanan Perpustakaan Digital. Cyber Librarian atau Pustakawan Siber, selain memahami pengetahuan tentang ilmu perpustakaan secara teori dan prakteknya, juga, memahami bagaimana website milik perpustakaan senantiasa dikunjungi terus menerus oleh pemustaka, yang mana, hal ini disebabkan banyaknya informasi yang up to date dan juga sangat dibutuhkan pemustaka. Dengan kata lain, pustakawan siber tak hanya berperan sebagai “tukang upload e-resources” dan administrator jaringan tetapi juga berperan sebagai pustakawan referen didunia maya. Penguasaan atas sumber informasi adalah wajib bagi pustakawan siber.

 

Pustakawan Siber juga dapat menjadi “marketer” segala informasi di Perpustakaan. Informasi yang berbasis konvensional (baca:tercetak) “dikemas” menjadi terdigitasi kepada pemustaka yang membutuhkan. Oleh karena itu, Perpustakaan di masa depan hanya mengadakan koleksi yang terdigitasi dan mengurangi pengadaan bahan pustaka dalam bentuk tercetak. Perpustakaan juga dapat menjadi vendor informasi dengan alih wujud koleksi tercetak yang berbahan dasar kertas. Pengadaan mesin scan yang canggih sangat dibutuhkan oleh Perpustakaan. Disamping itu dipandang perlu pula pengiriman staf Perpustakaan untuk melakukan pelatihan tentang alih wujud koleksi perpustakaan.

 

Peran Pustakawan Siber menjadi sangat penting terutama dalam membangun Information Networking bersama-sama dengan Perpustakaan sejenis. Misalnya Pustakawan Siber yang bekerja di Universitas A lalu ada kerjasama dengan Pustakawan Universitas B, C dan D atas dasar Memorandum of Understanding dari decision maker untuk membangun Katalog Bersama. Kerjasama ini membutuhkan peran pustakawan siber yang mana sivitas akademika dari universitas yang berbeda dapat bertanya dengan pustakawan siber dari universitas yang terlibat kerjasama. Pustakawan Siber memiliki tugas lain yaitu berfungsi sebagai “humas” suatu perpustakaan. Pengaduan pemustaka melalui surel (surat elektronik) dan usulan-usulan pemustaka dihimpun oleh pustakawan siber untuk disampaikan kepada Kepala Perpustakaan. Surat elektronik dan usulan-usulan tersebut dibahas dalam rapat atau briefing dengan pimpinan perpustakaan. Berita Perpustakaan yang senantiasa harus diuptodate adalah tugas Pustakawan Siber. Adanya berita perpustakaan yang senantiasa uptode maka situs perpustakaan akan mengalami tingkat kunjungan yang meningkat dari waktu ke waktu.

Sebagai avant garde Perpustakaan Digital pada Universitas, Pustakawan Siber memiliki kewajiban berjuang melawan hacker  yang merusak database situs perpustakaan. Kerusakan database Perpustakaan tersebut dapat berimplikasi kepada pelayanan perpustakaan kepada pemustaka. Pustakawan siber sangat layak diberikan apresiasi dalam bentuk reward apabila tingkat kunjungan situs perpustakaan meningkat pesat. Cura ut, valeas! Berusahalah agar berhasil!.